Ahmed Noer

Ahmed Noer

Sebenarnya nama ini -Ahmed Noer- sudah tidak asing jika Anda bergelut di dunia internet marketing. Hanya saja, memang tidak terkenal di dunia offline seperti halnya para Legislatif dan Eksekutif atau pengusaha mudah yang telah sukses.

Namun terlepas dari itu semua, ada hal unik pada diri Ahmed Noer yang lahir pada tanggal 16 September 1986 ini. Apa itu? sosok Ahmed Noer yang narsis dan sedikit lebay memiliki pemikiran lain daripada yang lain untuk menjalankan bisnis internet marketingnya.

Kenapa demikian? disaat orang lain selalu idealis dan mengangkat berbagai hal unik seputar kehidupan atau berita terhangat, justru pria narsis ini lebih cenderung kepada hal yang berbau lendir.

Lendir yang dimaksudkan adalah hal-hal yang berbau esek-esek. Ternyata dan ternyata, semua hasil yang didapatnya dari bisnis internet marketing ini adalah dari berbagai blog lendirnya.

Loh kok bisa? ini lah uniknya Ahmed Noer, ketika setiap orang memusingkan bisnis internet marketing yang cenderung sulit untuk mendapatkan hasil di dunia bisnis lendir, dia malah meroket dengan keuntungan jutaan rupiah setiap bulannya.

Blog lendir yang dipilih oleh Ahmed Noer, bahkan dicibir oleh sebagian orang, justru telah meroketkan namanya untuk meraih keuntungan pada bisnis onlinenya. Cibiran itu yang menjadikannya focus untuk mengasah setiap kemampuannya dalam mengolah sebuah blog menjadi blog yang menguntungkan, blog penghasil dolar tentunya.

Pelajaran Penting dari Sosok Ahmed Noer

Lalu, apa yang menjadi pelajaran penting dari sosok seorang Ahmed Noer ini bagi insanitis.

Hmmm... ternyata ketika kita berani untuk memulai dan berani beraksi serta berani untuk menanggung resiko terhadap langkah yang kita tempuh, semua itu akan membuahkan hasil yang maksimal, dan itu adalah sebuah keniscayaan. Ketika kita tidak berani memulai, bahkan tidak dapat mendobrak setiap idealism yang ada, kita akan tergantung pada sebuah keadaan, dan bukan sebuah keadaan yang kita atur untuk kita kendalikan.

Berbelok dari pemikiran setiap orang yang sepertinya banyak ditolak oleh orang lain, bukan sebuah keburukan ketika itu dapat dipertanggungjawabkan oleh diri. Hanya saja, ketika kita bertarung untuk memenangkan pemikiran kita yang tidak sesuai dengan orang lain, seperti halnya Ahmed Noer, disanalah dituntut optimalisasi, konsistensi dari sikap yang kita pilih.

Ahmed Noer

Guest blogger: Heri Hidayat

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar