Me on YouTube

Me on Flickr

Blog

Sajak Waktu

Jumat, Juni 10, 2011

(4) Comments

(1)
Hari tak pernah berpikir bahwa dirinya Senin ataukah Sabtu tapi
kita selalu saja tak sabar untuk melingkari suatu tanggal
di kalender
(2)
Detak jarum detik jam dinding
selalu suka pada kita yang hening
Selalu rindu pada kita yang senantiasa berdansa
saat Merpati menjelma sehelai bulu mata
dirimu yang jatuh mengenai sepatuku
yang aus meratap kecuali pada sang waktu
(3)
Hari ini kutagih janjimu
Katamu di suatu pagi sendu
Dengan kerling mata merah memburu

Padahal aku telah hanyut di deras arus asa
dan tentu saja mulai melupakanmu

Insanitis37

4 Responses to "Sajak Waktu"

10 Juni 2011 20:59
wah saya kalo urusan sama puisi pasti mumet Kang ...
sepertinya ada pesan moralnya di dalamnya dan mungkin setiap indivdu memiliki sudut pandang yang berbeda
Gaphe said :
10 Juni 2011 21:14
ah, brhubung saya nggak ada kalender di kosan.. biasanya nggak pake lingkar melingkari. reminder aja sih. hehehee ^_^
10 Juni 2011 21:39
aku jaran glibu ..ihihhi
11 Juni 2011 07:57
detak jarum detik,
hening memang disuka
tapi tetap melaju ketika rusuh,
bukan karena tak berhak memilih suka

SUKA sajaknya, mengingatkanku pada kembara waktu dan aku harus melaju ;)

Poskan Komentar