Sajak Waktu
(1)
Hari tak pernah berpikir bahwa dirinya Senin ataukah Sabtu tapi
kita selalu saja tak sabar untuk melingkari suatu tanggal
di kalender
(2)
Detak jarum detik jam dinding
selalu suka pada kita yang hening
Selalu rindu pada kita yang senantiasa berdansa
saat Merpati menjelma sehelai bulu mata
dirimu yang jatuh mengenai sepatuku
yang aus meratap kecuali pada sang waktu
(3)
Hari ini kutagih janjimu
Katamu di suatu pagi sendu
Dengan kerling mata merah memburu
Padahal aku telah hanyut di deras arus asa
dan tentu saja mulai melupakanmu

4 Responses to "Sajak Waktu"
sepertinya ada pesan moralnya di dalamnya dan mungkin setiap indivdu memiliki sudut pandang yang berbeda
hening memang disuka
tapi tetap melaju ketika rusuh,
bukan karena tak berhak memilih suka
SUKA sajaknya, mengingatkanku pada kembara waktu dan aku harus melaju ;)
Poskan Komentar