POLITIC OF HOPE: Strategi Sosiobudaya Anti Korupsi 16

Politikindonesia - Rapor Indonesia selalu memprihatinkan dalam hal korupsi. Indonesia selalu menjadi jawara sebagai negara paling korup di Asia Tenggara. Politikus, birokrat dan pengusaha dituding sebagai tiga elemen penting yang menjadi momok munculnya para koruptor. Demikian pendapat yang dikemukakan oleh Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Wacth (ICW), Ade Irawan dalam diskusi bertajuk 'Indonesiaku dibelenggu Koruptor', di Jakarta Selatan, Sabtu (04/06/2011).


Pernyataan yang diliput oleh politikindonesia di atas, merupakan acuan yang dijadikan alasan bagi DPP Partai Gerakan Rakyat Anti Korupsi (PAGRAK) berinisiatif untuk memberikan penganugerahan kepada Ibu Wulan Novline (WN) istri mantan ketum DPP PAGRAK dan kedua putra-putrinya yang berani menyikapi secara kritis atas ulah suami/ayah mereka yang memiliki kekayaan melimpah dianggap sebagai hasil dari korupsi.

Bagi ketum DPP PAGRAK Bernie Suksesko (BS) menyambut baik ide pemberian penganugerahan ini, sebab seperti yang diinfokan oleh politikindonesia di atas, ada tiga agen yang ditengarai Indonesia dibelenggu korupsi, yakni 1) politikus, 2) birokrat, dan 3) pengusaha. Maka, sangatlah relevan apabila acara penganugerahan ini diadakan sebagai bagian dari strategi sosiobudaya stop korupsi, dalam hal ini sebagai upaya pencegahan, khusus ditujukan kepada kader-kader partai PAGRAK baik yang ada di pusat (DPP) maupun di daerah-daerah (DPD/DPC). Ternyata ketum BS berinisiatif untuk menambahkan penganugerahan, juga mesti diberikan kepada kader partai yang kritis dan sangat vocal menyuarakan aspirasi rakyat yang menuntut keadilan.

“Pak Uddin, saya anjurkan kiranya tim seleksi yang akan menentukan kader partai yang kritis dan vocal untuk diberikan penganugerahan, kriteria utamanya jelas, yaitu isi wacana kritisnya yang diekspose melalui media massa benar-benar untuk kepentingan rakyat banyak. Saya harap tim seleksinya benar-benar independen bebas pengaruh primordial dan benar-benar berkompetensi. Salah satu yang cukup efektif untuk mendapatkan tim seleksi yang dimaksud, coba cek jejaring social facebook atau twitter siapa-siapa yang aktif dan intens serta berbobot dalam menyuarakan aspirasi publik khususnya berkaitan dengan isu-isu korupsi di tanah air”. Demikian harapan ketum BS kepada Marxuddin sebagai sekjen DPP PAGRAK yang ditugasi untuk menyelenggarakan acara penganugerahan tersebut.

“Siap ketua. Ada lima figur yang kami anggap layak dan patut diangkat sebagai tim seleksi, inisialnya berdasarkan abjad, yaitu 1) AC , 2) AM, 3) BM, 4) NCM, dan 5) PW. Kebetulan kelimanya kaum hawa alias perempuan, selalu diudara (fb), kritis, independen, di mana catatan atau komentar-komentar mereka murni demi kepentingan publik serta bebas kepentingan politik (pesanan terselubung)”.

“Terima kasih pak Udin. Ya itulah yang saya harapkan. Semoga ke-lima srikandi alias karema yang direkrut benar-benar kritis dan independen. Kata kuncinya independen”. Rupanya pembicaraan antara ketum BS dan sekjen Udin, sempat dikupingi oleh salah seorang staf sekretariat bernama Rokiasbun coba menanyakan isu pentingnya acara penganugerahan (AP) yang dimaksud. Catatan: Rokiasbun salah satu staf sekretariat menggantikan Rivaldo yang dinonaktifkan karena ulahnya yang cenderung menampilkan diri sebagai petinggi partai (arogan).

“Pak ketum, kalau boleh saya bertanya, mengapa AP ini perlu diadakan? Apakah hanya sekedar seremoni, atau ada maksud/tujuan lain yang penting dan strategis?”.

“Pertanyaan yang baik bung Roki. Singkatnya, AP ini bagian dari strategi sosiobudaya stop korupsi. Terus terang, saya terinspirasi dari David Osborne dan Peter Plastrik (2000), dalam buku mereka Memangkas Birokrasi: Lima Strategi Menuju Pemerintah Wirausaha. Jakarta: Penerbit PPM. Seperti dikemukakan di bawah ini”.

Jangan menyepelekan kekuatan insentif psikologis. Banyak orang berasumsi bahwa insentif finasial adalah yang paling ampuh. Uang memang penting, tetapi bukan berarti segala-galanya. Di Australia, ketika peneliti bertanya kepada manajer sebuah organisasi pemerintah imbalan apa yang paling diinginkan apabila berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan luar biasa, uang menempati urutan ketiga setelah pengakuan pribadi dari manajer senior (aktualisasi) dan peluang pengembangan karir. Dengan kata lain, insentif finansial penting, tetapi jangan meremehkan pengakuan penghargaan, dan berbagai bentuk pembayaran psikologis.

Berikan insentif yang baik kepada individu maupun kelompok. Jarang sekali, prestasi diraih secara individual. Yang sering terjadi adalah prestasi merupakan hasil kerja kelompok. Oleh karena itu, insentif akan berdampak luas jika diterapkan secara kelompok. Namun demikian, harus selalu ada bintang, karena bagaimanapun juga di antara kelompok ada individu yang menonjol. Individu yang menonjol ini juga harus diberi imbalan yang nyata.

Gunakan insentif positif maupun insentif negatif secara seimbang, tetapi pilih target secara cermat. Insentif positif, seperti pujian, kenaikan pangkat, penambahan dana anggaran-bisa digunakan sebagai alat yang utama. Namun, sangat sulit untuk menciptakan organisasi pemerintah yang entrepreneurial (wirausaha), inovatif, dan berkinerja tinggi hanya dengan menggunakan insentif positif.

” Saya kira inilah alasan akademik sehingga DPP PAGRAK perlu mengadakan AP yang dimaksud. Terutama apresiasi kepada Ibu Wulan Novline (WN) dan putra/putrinya yang memiliki moral yang tinggi menolak kekayaan hasil korupsi yang dimiliki suaminya mantan ketum partai. Semoga AP ini akan membawa dampak yang positif kepada kader-kader partai kita yang kelak akan menjadi pemimpin poltik. Ini juga merupakan bagian dari pendidikan politik dalam memberantas kejahatan korupsi, khususnya di kalangan politisi”.

”Pak ketum, bagaimana dengan kader-kader partai yang mengkritisi kebijakan internal partainya, apakah kader tersebut bisa dikatakan sebagai provokator?”. Oleh karena ketum BS menerima telopon dari seseorang, jawaban pertanyaan dari Rokiasbun dialihkan ke sekjen Udin.

”Maaf bung Roki, pertanyaannya akan dijawab oleh sekjen Udin. Pak Udin setelah kamu jawab pertanyaannya, tolong kamu siapkan materi MoU partai yang akan menindaklanjuti hasil informal meeting dengan partai aksi (anti korupsi) atlantik dalam rangka program kerja sama pendidikan politik membangun Indonesia Baru Bebas Korupsi. Saya harus menjemput istri saya mendampinginya membeli busana yang akan aku kenakan pada acara pesta pernikahan anak saya Endo Prabowo (EP)”.

”Siap ketum. Oke bung Roki, ternyata bobot pertanyaanmu, berbeda dengan nama belakangmu asbun..hahahaa. Jawabannya adalah, yang disebut sebagai pihak provokator bukan kader-kader partai yang kritis itu, melainkan pihak yang menjadi sumber atau pemicu munculnya sikap kritis tersebut. Salah sendiri kalau membuat kebijakan yang asal-asalan. Ini juga merupakan pembelajaran kepada kita semua, agar dalam mendesain suatu kebijakan, perlulah melalui mekanisme sosial, artinya didahului dengan perlakuan interaksi kritis dengan pihak lain. Jangan mentang-mentang pimpinan, seenaknya membuat kebijakan”. Bersambung.
--------------------------------------
Pesisir Megamas, 11 Juni 2011

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 0 Tanggapan... read them below or add one }

Posting Komentar