Monetize Blog: Antara Ya dan Tidak
TENTANG FENOMENA BLOG MONETIZE YANG KIAN HARI MAKIN SEMARAK. Pada mulanya, jujur saya tidak terlalu sepakat dengan hal ini. Mind set blog konvensional yang begitu melekat sekaligus menjadi fondasi diri saya dalam melakukan aktivitas blogging rasanya tak begitu cocok dengan laku komersialisasi blog yang sekilas “tak ada ketulusan di sana”. Ditambah dengan praktik black hat yang dilakukan para blogger matre dalam mengoptimasi blognya di mesin pencari hanya semakin menegaskan satu hal dalam diri saya: monetize blog sungguh tak berfaedah.
Namun sekarang, setelah semakin lama saya berkecimpung dalam jagat social media, persepsi semacam itu mulai terkikis dan saya menemukan sebuah pandangan baru namun tidak berarti menegasikan pandangan saya sebelumnya. Lebih tepatnya, ada semacam sudut pandang baru yang lahir dalam memandang dan menyikapi fenomena monetize blog ini.
Kemanfaatan--untuk tidak mengatakan ketergantungan—fungsi mesin pencari. Apa pun yang ingin saya ketahui dan dapatkan, cukup memasukkan kata kunci di kolom pencarian mereka, maka bim salabim, sebagian besar kebutuhan saya pun langsung terpenuhi. Namun apakah kemudahan ini hanyalah jasa mesin pencari an sich? Jawabnya tentu tidak. Mesin pencari akan tidak memiliki daya guna jika tiada blogger penyedia konten.
Money lah yang menggerakan para blogger itu menulis tutorial, tips, sampai mengumpulkan informasi lowongan pekerjaan. Jika tak ada uang di sana, saya yakin tak akan ada banyak orang yang secara sukarela sedia menyediakan konten. Penguangan blog dalam konteks ini menjadi penting sebagai daya penggerak para blogger di seluruh dunia menyediakan bahan apapun yang kerap kita butuhkan. Lalu dengan praktik hitam itu? Kini saya tak khawatir, hari ini mesin pencari semakin tangguh dalam melakukan filterisasi blog-blog yang tak ada faedah itu. Kalau pun masih lolos? Simple: kita kenali dan hapalkan mereka, sebarkan kejahatan blog itu pada orang lain, atau jika perlu laporkan mereka pada mesin pencari dan partner bisnis mereka agar segera memutuskan kontrak bisnis dengan para blogger tak jujur itu. It’s easy!

14 Responses to "Monetize Blog: Antara Ya dan Tidak"
Namun, idealisme sering kali berkata lain, mana kala, isme yang kita miliki ingin kita sebarluaskan dengan tanpa menerima pamrih.
sampaikan ilmu walau satu ayat, adalah bentuk idealisme penyebaran ilmu yang luar biasa, namun tak disebutkan disana, apakah ilmu itu dibayar atau tidak.
Monetize blog salah satunya hanya melakukan "jebakan" dan "menyimpan ranjau" pada setiap pengunjung tanpa meminta pamrih dari ilmu yang diberikan. NICE.
Keep Blogging Insanitis37.
asal menggunakan cara yang memang digunakan untuk optimasi mesin pencari, bukannya seperti black hat yang mas bilang dengan fake information gitu..
memang sepertinya tidak ada ketulusan blogging dalam monetizing blog, hehe..
makasih y gan atas kunjungannya.
Tapi ngeblog sudah memang jadi hobby dan tetap jadi hobby walaupun dari hobby tersebut bisa menghasilkan, Terlebih lagi monetizenya dari segi iklan yang positiv seperti iklan2 dari Idblognetwork yang aku ikuti sekarang :)
Tapi ngeblog sudah memang jadi hobby dan tetap jadi hobby walaupun dari hobby tersebut bisa menghasilkan, Terlebih lagi monetizenya dari segi iklan yang positiv seperti iklan2 dari Idblognetwork yang aku ikuti sekarang :)
Oh iya, makasih kunjungnnya,, salam kenal balik :)
Mf kedouble komennya,, tadi ada Typo , he
Artikel yang menarik... Tp SC Community mah tidak termasuk kana kategori blogger matre, hehehe... Motivasinya hanya tamba kesel, hehehe...
MONETIZE YOUR WEB/BLOG..!!
Manfaatkan web/blog Anda sebagai sumber penghasilan.
kunjungi aja:
http://www.2billiontraffic.com/?id=admin
Banyak pilihan:
Mau Link, TextLink, Chiklet, Minibanner, Boxbanner, Banner, atau Barbanner, semua ada.
GRATIS...
Daftar Gratis, ambil kode HTML nya pasang widgetnya, tunggu duitnya....
Masih baru..., belum banyak yang tahu...
ditunggu ya...
Thx to Admin blog ini.
Poskan Komentar