Lowongan Kerja Kah?

Boleh lah kita menggunakan angka: pengangguran di Indonesia diperkirakan akan naik sebesar 9 persen di tahun 2011 dari tahun lalu, sekitar 8.5 persen. Itu dikemukakan oleh Latif Adam seorang peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI.

Logika paling sederhana yang bisa kita gunakan dalam menjawab peningkatan angka pengangguran yang cukup signifikan ini adalah: kurangnya lapangan pekerjaan. Sepakat?? Karena jika lapangan pekerjaan tersedia cukup, maka tak mungkin dong ada pengangguran lagi. Kalaupun ada tentu itu terjadi karena pilihan pribadi masyarakat yang memang tidak menginginkan pekerjaan. Emang ada? Ya mungkin, lah.

Tapi bagi saya jawaban kurangnya lowongan kerja terbaru pun tak mesti jadi satu-satunya jawaban. Saya percaya pada kemungkinan lainnya, yaitu kurangnya akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja terbaru 2012. Atau jika boleh kita kolaborasikan kedua asumsi ini maka akan menjadi: rendahnya daya serap kerja ditambah dengan terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi peluang pekerjaan maka hal ini semakin memiskinkan dan tak mustahil membunuh masyarakat kecil. Sepakat??

Sapardi Djoko Damono

SAPARDI DJOKO DAMONO

PENCIPTA PUISI INDAH "AKU INGIN" YANG LARIS MANIS DITERJEMAH KE BANYAK BAHASA. JIKA SOBAT ADA YANG BELUM PERNAH MENDENGAR NAMANYA, MAKA SESUSNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU ADALAH KETERLALUAN.

Bagi yang telah mengenal Sapardi Djoko Damono, silakan tinggalkan post ini. Namun bagi yang belum, mari kita berkenalan dengan salah seorang penyair besar yang dimiliki bangsa tercinta ini.

Sapardi Djoko Damono

Lahir di Solo, 20 Maret 1940. Pensiunan guru besar Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai Redaktur majalah Baris, Horison, Kalam dan menjadi mitra besari dan editor untuk beberapa majalah ilmiah di luar negeri.
Dia juga sempat menjadi Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Cerpen-cerpennya dikumpulkan dalam Pengaran Telah Mati dan Membunuh Orang Gila. Kumpulan sajaknya yang terakhir adalah Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?
Sapardi juga telah menerbitkan terjemahan sejumlah karya sastra asing, antara lain Lelaki Tua dan Laut (Hemingway) dan Amarah (Steinbeck)
(Diambil dari Cinta di Atas Perahu Cadik, Cerpen Kompas Pilihan 2007). Bagi sobat yang ingin tahu lebih banyak mengenai profil beliau, silakan kunjungi Wikipedia Sapardi Djoko Damono

POLITIC OF HOPE: Strategi Sosiobudaya Anti Korupsi 16

Politikindonesia - Rapor Indonesia selalu memprihatinkan dalam hal korupsi. Indonesia selalu menjadi jawara sebagai negara paling korup di Asia Tenggara. Politikus, birokrat dan pengusaha dituding sebagai tiga elemen penting yang menjadi momok munculnya para koruptor. Demikian pendapat yang dikemukakan oleh Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Wacth (ICW), Ade Irawan dalam diskusi bertajuk 'Indonesiaku dibelenggu Koruptor', di Jakarta Selatan, Sabtu (04/06/2011).

Sajak Waktu

(1)
Hari tak pernah berpikir bahwa dirinya Senin ataukah Sabtu tapi
kita selalu saja tak sabar untuk melingkari suatu tanggal
di kalender
(2)
Detak jarum detik jam dinding
selalu suka pada kita yang hening
Selalu rindu pada kita yang senantiasa berdansa
saat Merpati menjelma sehelai bulu mata
dirimu yang jatuh mengenai sepatuku
yang aus meratap kecuali pada sang waktu
(3)
Hari ini kutagih janjimu
Katamu di suatu pagi sendu
Dengan kerling mata merah memburu

Padahal aku telah hanyut di deras arus asa
dan tentu saja mulai melupakanmu

Aparat Keparat?

ADA YANG PERNAH MENELITI TENTANG KATA YANG EMPAT HURUF TERAKHIRNYA BERBUNYI "ARAT"?

Dua hari kemarin, setelah gondok melihat kenyataan Alexa rank Insanitis 37 yang tak kunjung langsing, iseng-iseng saya buka hard disk lama saya. Di drive E, dalam folder "Musik Campuran" sekilas terlihat sebuah file berekstensi .MP3 dengan title "Aparat Keparat". Tanpa pikir panjang saya langsung mendouble klik file tersebut dan seketika mengalunlah sebuah lagu bergenre Punk Rock milik salah satu band Punk ternama di Bandung: Keparat.

Saya tertarik dengan judul lagu itu karena memiliki rima yang enak didengar-arat-sehingga mudah diingat dan meninggalkan sebuah kesan yang kuat. Sambil mendengarkan lagu, saya pun tergerak untuk mulai berpikir dan mengingat kata-kata yang akhirannya berbunyi "arat". Dan saya berhasil mengumpulkan beberapa kata: barat, darat, syarat, melarat, sekarat, mudharat; selain kata dari judul lagu punk itu: aparat dan keparat.

Saya tercekat mendapatkan makna dari kata-kata itu yang sebagian besar negatif. Bahkan, bagi saya syarat pun bisa digolongkan ke dalam makna "kurang baik", karena kata itu menunjuk pada suatu keadaan "memberatkan". 

Jika benar asumsi ini--saya mulai berpikir liar--jangan jangan pemilihan kata untuk menamai satuan petugas institusi otoritas resmi (aparat) adalah bentuk sindiran atau ejekan masyarakat terhadap para petugas pemerintah. Mereka, saat terjepit dalam posisi antara ketidaksetujuan dan keseganan, mengambil inisiatif untuk melakukan perlawanan diam-diam dengan cara mengolok-olok petugas resmi. Maka, disepakatilah kata "aparat" yang memiliki bunyi sangat dekat dengan keparat, melarat, mudharat, dan syarat. Bukankah aparat di mana saja selalu berlaga sok banyak syarat? 
Bukan begitu?

Miss Indonesia 2011

WANITA MANA YANG TIDAK INGIN PEROLEH GELAR MISS INDONESIA?
Selain menggondol popularitas dan tawaran kerjaan yang pastinya membeludak-bahkan diantaranya ada yang dimanfaatkan sebagai modal politik-sebenarnya ada satu hal lagi yang sangat penting, dan saya yakin ini didamba oleh semua hawa di dunia: pengakuan cantik. Terlebih jika pengakuan cantik ini datang dari satu negeri. Maka Astrid Ellena Indriana Yunadi, pemenang Miss Indonesia 2011 kini mendapatkan pengakuan itu.
Wanita mana yang tidak ingin peroleh gelar Miss Indonesia, di tengah masyarakat yang selalu memposisikan cantik di depan, dan menyembunyikan si jelek sebuni-buninya. Di tengah sebuah masyarakat yang begitu memuja penampilan, bahkan dijadikan prasyarat dalam profesi (kita tahu saat ini banyak sekali perusahaan atau instansi yang menjadikan "penampilan menarik" sebagai salah satu syarat bagi para calon karyawannya).

Paradigma ini, yang menurut saya tak seluruhnya benar, kini semakin menguat karena mendapat legitmasi dari event kontes kecantikan yang bersifat resmi, semisal Miss Indonesia dan Miss Universe. Event semacam ini telah meneguhkan bahwa si jelek, si biasa, si tak menarik, tak pantas untuk mendapatkan award.

Mungkin benar skeptisme sebagian orang yang menyatakan bahwa dunia hanya berpihak pada mereka yang cantik. 

Namun, saya tetap mengucap selamat kepada para pemenang Miss Universe 2011: Astrid Ellena, Amanda Zevanya (Runner up), dan Nadya Siddiqa (Pemenang ke-3). Semoga kalian menjadi orang cantik yang menghargai mereka yang jelek.

Alibi Sakit, Alibi Universal

WAKTU MASIH SEKOLAH, ALASAN APA YANG SERING SOBAT BERIKAN PADA GURU KETIKA MEMBOLOS?
Kalau saya sih sakit. Saat rasa malas mendera dan tak kuasa terbendung, maka saya akan membuat surat izin sakit yang di tandatangai sendiri (kebetulan saya bisa meniru dengan identik tanda tangan ibu saya). Tapi rupanya bukan hanya saya saja yang menggunakan modus pura-pura sakit ini. Teman-teman lain pun yang sama-sama memiliki kecenderungan membolos kerap menggunakan alibi serupa. 

Tapi rupanya bukan hanya saya saja yang menggunakan modus pura-pura sakit ini. Para pejabat yang terindikasi korupsi pun gemar sekali menggunakan alasan sakit; sakit-sakitan.

Satu-satunya yang membedakan kami-para pembolos-dengan para pejabat yang terindikasi korup itu adalah tempat membolos. Kalau kami biasa ke tempat dingdong untuk bermain game dan berudud ria, maka mereka pergi ke Singapura.

Dan pertanyaan selanjutnya adalah: apakah para pejabat yang melarikan diri ke Singapura karena takut KPK itu adalah tukang bolos sewaktu mereka masih bersekolah? Silakan tanya saja pada Nunun Nurbaeti, Gayus Tambunan, dan mungkin Muhammad Nazaruddin. 

Namun yang pasti, alibi sakit itu sungguh kekanak-kanakan. Sekian. 

Monetize Blog: Antara Ya dan Tidak

TENTANG FENOMENA BLOG MONETIZE YANG KIAN HARI MAKIN SEMARAK. Pada mulanya, jujur saya tidak terlalu sepakat dengan hal ini. Mind set blog konvensional yang begitu melekat sekaligus menjadi fondasi diri saya dalam melakukan aktivitas blogging rasanya tak begitu cocok dengan laku komersialisasi blog yang sekilas “tak ada ketulusan di sana”. Ditambah dengan praktik black hat yang dilakukan para blogger matre dalam mengoptimasi blognya di mesin pencari hanya semakin menegaskan satu hal dalam diri saya: monetize blog sungguh tak berfaedah.

Namun sekarang, setelah semakin lama saya berkecimpung dalam jagat social media, persepsi semacam itu mulai terkikis dan saya menemukan sebuah pandangan baru namun tidak berarti menegasikan pandangan saya sebelumnya. Lebih tepatnya, ada semacam sudut pandang baru yang lahir dalam memandang dan menyikapi fenomena monetize blog ini.

Kemanfaatan--untuk tidak mengatakan ketergantungan—fungsi mesin pencari. Apa pun yang ingin saya ketahui dan dapatkan, cukup memasukkan kata kunci di kolom pencarian mereka, maka bim salabim, sebagian besar kebutuhan saya pun langsung terpenuhi. Namun apakah kemudahan ini hanyalah jasa mesin pencari an sich? Jawabnya tentu tidak. Mesin pencari akan tidak memiliki daya guna jika tiada blogger penyedia konten.

Money lah yang menggerakan para blogger itu menulis tutorial, tips, sampai mengumpulkan informasi lowongan pekerjaan. Jika tak ada uang di sana, saya yakin tak akan ada banyak orang yang secara sukarela sedia menyediakan konten. Penguangan blog dalam konteks ini menjadi penting sebagai daya penggerak para blogger di seluruh dunia menyediakan bahan apapun yang kerap kita butuhkan. Lalu dengan praktik hitam itu? Kini saya tak khawatir, hari ini mesin pencari semakin tangguh dalam melakukan filterisasi blog-blog yang tak ada faedah itu. Kalau pun masih lolos? Simple: kita kenali dan hapalkan mereka, sebarkan kejahatan blog itu pada orang lain, atau jika perlu laporkan mereka pada mesin pencari dan partner bisnis mereka agar segera memutuskan kontrak bisnis dengan para blogger tak jujur itu. It’s easy!

Totally Freaking Out

Apa yang Anda Pikirkan?

Sumber: http://www.yurock.net

Manfaat Twitter Bagi Pelajar

Salah satu manfaat dari situs jejaring sosial Twitter adalah siapapun dan di manapun kita bisa terhubung langsung dengan banyak orang sekaligus dapat melakukan komunikasi dua arah dengan mereka. Saat ini banyak pengguna Twitter yang memanfaatkan fasilitas Twitter untuk menyebarkan pengetahuan, wawasan, ilmu dan kisah inspiratif. Bahkan ada beberapa pengguna Twitter yang menyebarkan ilmu-ilmu pelajaran sekolah seperti sejarah, bahasa, pendidikan kewarganegaraan, dan pelajaran lainnya. Jika ini bisa diakses dan difungsikan dengan tepat oleh pelajar, tentu keberadaan Twitter akan memperkaya pengetahuan dan wawasan pelajar di samping pelajaran-pelajaran yang mereka terima dari guru-gurunya di kelas. 

Untuk itu saya tengah menyusun sebuah buku tentang pentingnya Twitter bagi pelajar. Buku ini saya beri judul: “Menjadi Pelajar Cerdas Dengan Twitter: Perkaya Pengetahuan Kamu Melalui Twitter”, dan tentu saja, segmentasi dari buku ini adalah para pelajar, khusunya pelajar SMP. 
Sobat, doakan semoga lancar ya...:)) 

Video: Karinding Kiwari Kiwari mah Karinding


Ada yang pernah dengar  tentang Karinding? Atau mungkin Rinding? Genggong, jika di Bali? 
Saya senang jika sobat belum mengetahui sebelumnya tentang alat musik Karinding ini, yang pada tahun 2007 pernah dinyatakan punah. Kenapa saya senang? Sederhana: blog ini menjadi tempat pertemuan pertama sobat semua dengan alat musik yang konon telah ada sejak zaman batu. Legendaris kan blog ini? :))

Judul: Karinding Kiwari, Kiwari mah Karinding