Nadila Ernesta

Malang betul nasib artis Nadila Ernesta. Karena berfose dengan mengenakan busana bikini yang secara kreatif ia match dengan topi polisi (entah itu topi institusi resmi Kepolisian ataukah hanya tiruan) Nadila Ernesta pun kini menjadi bulan-bulanan media dan mendapat banyak penghakiman dari sebagian kalangan masyarakat. Tak hanya berupa sanksi sosial yang ia peroleh, Nadila Ernesta pun kini terancam akan mendapat sanksi formil dari negara jika ia, dengan fotonya tersebut, terbukti melecehkan institusi Kepolisian.  

Ya, pihak kepolisian yang dalam hal ini diwakili oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Polisi Anton Bachrul Alam menganggap bahwa Nadila Ernesta telah melecehkan organisasi Kepolian dengan berfoto "seksi" menggunakan salah satu atribut polisi.

Bagi saya reaksi polisi atas foto Nadila Ernesta ini terlalu berlebihan dan terkesan sangat
subjektif. Cara pandang semacam ini--mengedepankan penuduhan pada orang lain tanpa dimulai dari introspeksi pada diri sendiri--tak patut dianut oleh sebuah lembaga penegak hukum yang mengemban tujuan mulia: melindungi dan mengayomi masyarakat. 

Sebelum menuduh Nadila Ernesta melakukan pelecehan terhadap lembaga Kepolisian, alangkah lebih arif jika pihak Kepolisan mempertanyakan terlebih dahulu: kenapa Nadila Ernesta yg notabene bukan merupakan anggota Kepolisian bisa mendapatkan atribut polisi ? Bukanah topi polisi itu hanya ekslusif dimiliki oleh anggota Kepolisian ? Mengawali kasus ini dengan mengusut kemungkinan adanya salah satu anggota Kepolisan yg saat itu bersama-sama Nadila Ernesta dan meminjamkan topi dinasnya, tentu langkah ini akan terlihat lebih simpatik dan adil karena mengedepankan pemeriksaan internal daripada penuduhan pihak lain.   

Dan jika ternyata topi yang dikenakan Nadila Ernesta itu bukan topi resmi Kepolisian namun hanyalah topi tiruan maka bereslah perkara karena yg bisa dipersoalkan itu adalah penggunaan tak patut atas simbol atau atribut resmi. Sedangkan imitasi itu lain soal.

Namun di atas semua itu, sebenarnya ada satu hal yang menjadi kekhawatiran utama saya atas kasus foto Nadila Ernesta ini, yaitu: adanya phobia sensualitas kronik yang kini diidap banyak kalangan termasuk institusi resmi negara. Identifikasi serampangan atas sensualitas dan seni dengan seronok atau porno akan menjadi penghalang bagi kebebasan individu dalam mengekspresikan dirinya.

Adanya ketakrelaan jika simbol organisasi dicampurkan dengan sesuatu yang sensual (bikini ?), yang  karena itu ditafsirkanlah menjadi perbuatan seronok dan patut ditindak, adalah bukti dari adanya kronik itu. 

Seharusnya polisi bersyukur pada Nadila Ernesta yang secara sukarela berpose cantik dengan menggunakan atribut mereka. Setidaknya itu bisa mengikis aura garang yang telah kadung melekat dalam atribut Kepolisan. 




Nadila Ernesta seolah bicara kepada publik yang semakin antipati pada polisi: hey, polisi tak hanya melulu sangar, mereka pun bisa menjadi seksi. Asal mereka mau.     

Lihat profil Nadila Ernesta

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 12 Tanggapan... read them below or add one }

ghostwriter mengatakan...

saya sangat tidak setuju dengan pendapat Anda...
Pihak Nadila Ernesta, jika topi itu imitasi atau bukan, dipinjam atau dibeli, jelas-jelas telah melecehkan satuan polri yang menjunjung tinggi sikap dalam pemakaian attribut.

Ketika topi itu dipakai dan difoto oleh orang biasa2 saja, dan dengan pakaian yang layak, tentu tidak akan berakibat apapun.

Namun ketika dipakai oleh artis dan memakainya dengan pakaian seronok. Ini menjadi masalah lain.

salam ghostwriter

Insanitis 37 mengatakan...

Seronok ya? Tolong tunjukan apa ukuran dan standarnya! Maksud saya, ukuran dan standar yg disepakati bersama!
Kenapa polisi harus merasa dilecehkan jika atributnya dikaitkan dengan sesuatu yg sensual? Nadila Ernesta kan tidak mengencengi topi poisi itu? Perhatikan: ia hanya memakainya! Terlepas dari match kannya dengan bikini, ya abgi sy itu masih wajar mas
Terima kasih komentar dan masukannya

Renaldy mengatakan...

Sesungguhnya saya juga tidak setuju dengan pemikiran terlihat seksi dengan pakaian bikini. Bukankah ada cara lain agar polisi tidak dikatakan sangar dengan menjadikan polwan sebagai model seperti pada laporan arus lalu lintas pada salah satu TV swasta.

Tapi mungkin saya cukup setuju dengan terlalu melebihkan permasalahan ini jika hingga adanya penuntutan. perlu dilihat dahulu jika itu memang ada pihak dalam kepolisian yang memberikan.

r10 mengatakan...

nadila berpakaian tidak pantas, lihat saja auratnya terlihat jelas.... u can see - dasar wanita tukang pamer

Magic Paper mengatakan...

lagian pake acara gituan sih,, kena batunya kan....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

begitulah artis...

Obat Sakit 2011 mengatakan...

ya salahnya sendiri gan

John Terro mengatakan...

bagaimana pun dia tetap seksi T_T

Djangan Pakies mengatakan...

wah kok sampai segitunya ya Kang masalah ini. Tentu kita tidak pernah tahu apa maksud dan tujuan yang dilakukan cewek itu

SHUDAI AJLANI (dot) COM mengatakan...

doi cantik sih emang B)

villa di puncak mengatakan...

namanya juga artis bro, mereka suka mencari sensasi klo pamor sudah berkurang..

Toko Achong - Hua mengatakan...

BEST SELLER PRODUK
TOKO ACHONG - HUA


- alat bantu sex pria

- alat bantu sex wanita

- cream pembesar payu dara

- kapsul pembesar payu dara

- kapsul peninggi badan

- kecantikan

- kesehatan

- kondom silikon

- minyak pembesar penis

- obat kuat pria

- obat pelangsing

- obat pembesar penis

- obat penggemuk badan

- obat penumbuh rambut

- obat penyubur sperma

- obat perangsang

- penghilang tatto permanen

- vakum pembesar penis

- vakum pembesar payu dara

- SELAMAT BERBELANJA -

Posting Komentar