Sinta dan Jojo: Hamil Duluan

Sinta dan Jojo hamil duluan...Astaghfirulloh!  Tenang dulu Sob, jangan keburu istighfar :) Hamil duluan di sini bukan dalam arti sebenarnya. Sinta dan Jojo belum mengandung anak kok (nikah aja belum :p) malah mereka masih langsing aja tuh. Hamil duluan di sini adalah lagu lipsync terbaru mereka yang seperti biasa diunggah ke situs Youtube.

Lagu Hamil Duluan merupakan lagu dari penyanyi dangdut Tuti Wibowo yang cukup terkenal karena kerap dijadikan backsound oleh banyak acara infotaiment pada saat mereka memberitakan Krisdayanti dan Raul Ramoz (jadi ceritanya nyindir, gitu,heheh).

Seperti video-video mereka sebelumnya, dalam video hamil duluan pun Sinta dan Jojo tetap mempertahankan kekonyolannya. Mulai dari cara joget yg aneh sampai pura-pura bunting segala (entah apa yang mereka masukkan di balik bajunya) .

A History Of Modern Indonesia

Sejenak rehat dulu dari hiruk pikuknya kasus Nadila Ernesta vis a vis Kepolisian, foto-foto Syahrini ataupun berita-berita popular lainnya yang selalu menduduki ranking luhur di pencarian Google.

Saat ini saya hendak membagi sebuah buku yang menurut saya layak dibaca oleh kita semua selaku warga Indonesia.

Pengetahuan yang benar tentang sejarah tumbuh kembangnya bangsa tercinta ini tak serta merta mudah kita akses. Proses institusionalisasi sejarah yang dilakukan oleh tiap rezim yang pernah berkuasa di negeri ini tak selamanya luput dari distorsi bahkan pembajakan.

Tak ayal kita pun sebagai awam dibuat bingung dengan "sejarah sebenarnya" bangsa ini karena muatan kepentingan politis penguasa yang terlalu kental. Dengan beragam cara, mulai dari proses struktural maupun rekayasa kultural, penguasa semena-mena "merekonstruksi"

Foto Nadila Ernesta

Masih menyoal Nadila Ernesta. Bukan hanya karena tuntutan pasar :) namun saya pikir bahwa mendudukan "kasus" foto seksi bertopi polisi ini secara fair adalah kemestian. Saat ini pihak kepolisian telah begitu jumawa menghegemoni opini publik melalui alat media dan memproklamirkan tafsir tunggalnya terhadap kata: seronok dan pelecehan. Sementara pihak lain yang tersangkut, Nadila Ernesta hanya diam seperti tak kuasa menandingi aksi aparat berbaju besi.

Hadirnya wacana tandingan atau perspektif alternatif dalam menilai satu fenomena sosial merupakan keniscayaan demi menghindari hegemoni mayoritas yang biasanya berujung pada monopoli kebenaran. Kita semua sadar bahwa kondisi ini tak boleh terjadi terutama di tengah masyarakat yang plural macam Indonesia. Sekali ada orang atau kelompok yang mendaku paling benar, maka saat itu pula lah persatuan dan keharmonisan masuk dalam tanda siaga.

Nadila Ernesta

Malang betul nasib artis Nadila Ernesta. Karena berfose dengan mengenakan busana bikini yang secara kreatif ia match dengan topi polisi (entah itu topi institusi resmi Kepolisian ataukah hanya tiruan) Nadila Ernesta pun kini menjadi bulan-bulanan media dan mendapat banyak penghakiman dari sebagian kalangan masyarakat. Tak hanya berupa sanksi sosial yang ia peroleh, Nadila Ernesta pun kini terancam akan mendapat sanksi formil dari negara jika ia, dengan fotonya tersebut, terbukti melecehkan institusi Kepolisian.  

Ya, pihak kepolisian yang dalam hal ini diwakili oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Polisi Anton Bachrul Alam menganggap bahwa Nadila Ernesta telah melecehkan organisasi Kepolian dengan berfoto "seksi" menggunakan salah satu atribut polisi.

Bagi saya reaksi polisi atas foto Nadila Ernesta ini terlalu berlebihan dan terkesan sangat

Video Daniel Syahrini

Dalam tulisan saya sebelumnya yang bertajuk Syahrini Daniel dikatakan bahwa VJ Daniel merilis sebuah "video editan" yang diunggah oleh dirinya sendiri di Youtube sebagai bentuk klarifikasinya terhadap pemberitaan yang menyebut bahwa ia meremas bagian dada Syahrini. Di sini saya sertakan video itu spesial bagi Sobat-Sobat Insanitis 37 (merasa ekslusif :p)

Syahrini Daniel

Syahrini Daniel. Mungkin padanan nama ini terdengar agak janggal di telinga kita. Berbeda misalnya saat kita mendengar Anang Syahrini. Debut lagu single mereka yang meledak, performance di atas panggung yang serasi dan "menjual", ditambah dengan pemberitaan positif di media tentang kedua pasangan duet ini membuat Syhrini begitu melekat dengan sosok Anang Hermansyah, pun sebaliknya. Maka tak heran jika masyarakat pun akhirnya mengidentikkan antara Anang dan Syahrini. Tapi bagaimana dengan Syahrini Daniel ?

Foto-Foto Syahrini

foto-foto syahrini
Artis Syahrini kini benar-benar telah menjadi buah bibir. Bukan lagu baru, bukan pula album baru. Tapi foto-foto Syahrini lah yang kini marak diperbincangkan di hampir semua media. Mulai dari TV, media cetak, apalagi Internet, hampir semuanya menjadikan foto-foto Syahrini sebagai headline berita mereka.
Foto-foto Syahrini yang tengah marak diperbincangkan itu kerap dijuluki foto hot Syahrini. Ada beberapa pose di dalam foto yang beredar itu yang secara umum bisa dikatakan hot atau nakal. Terlepas dari pengambilan foto itu yang disengaja maupun akibat dari kelalaiannya berbusana namun tetap saja masyarakat mengklaim bahwa foto-foto Syahrini itu layak dipergunjingkan karena tidak sesuai dengan norma dan etika masyarakat umum.

Artis Syahrini

Syahrini oh Syahrini. Namamu dipuja juga dicerca. Indah rupa dan suaramu ternyata tak surutkan hidupmu dari rintang dan marabahaya. 
Setelah perselisihannya dengan Anang Hermasnyah, juga konflik kompleksnya dengan salah satu Event Organizer mencuat dan menjadi bulan-bulanan media, kini artis Syahrini mengalami sandungan yang tak bisa dikatakan mudah bagi seorang artis relatif baru yang tengah memantapkan citra sekaligus karirnya di jagat hiburan yang tak selalu mudah untuk bisa dikendalikan. 
Foto-foto Syahrini beredar luas di jagat virtual. Jika itu adalah foto-foto Syahrini "biasa" maka itu tak soal. Namun bagaimana jadinya jika foto-foto yang beredar luas itu merupakan foto Syahrini hot ?  Tak pelak, ini menimbulkan pro-kontra di khalayak. Bahkan mereka yang under estimated terhadap artis Syahrini mengeluarkan julukan baru bagi artis Syahrini:  hot Syahrini :)

Spasi

Akuinginmencintaimudengansederhanadengankatayangtaksempatdiucapkankayukepadaapi
yangmenjadikannyaabuakuinginmencintaimudengansederhanadenganisyaratyangtaksempa
tdisampaikanawankepadahujanyangmenjadikannyatiada

Bahkan puisi karya penyair sebesar Sapardi Djoko Damono pun, yang orang bilang, kata-katanya selalu mengandung daya “magis”, namun jika spasi gaib di sana, sajak “Aku Ingin” sekalipun  tak memiliki arti apa-apa. Ia hanyalah sederet aksara yang tak kuasa lahirkan makna.

Karena spasilah, kata-kata dalam puisi “Aku Ingin” itu berhak menyebut dirinya puisi dan kitapun sebagai pembacanya menjadi terpengaruh untuk termenung, terkagum-kagum, bahkan terisak di sudut kamar :))

 
Maka yang gaib itu sebenarnya adalah spasi. Ia tak tampak ada apalagi istimewa, tak seperti kata “isyarat” atau “kayu” yang kita anggap sebagai diksi yang indah. Tetapi kala kata-kata itu tersusun bederet tanpa spasi di antaranya maka kitapun tersentak sadar bahwa ternyata sesuatu yang luput itulah yang sebenarnya memiliki peran terpenting; ialah nyawa  pemberi

Me-reka Rasa

Andai manusia diberi kemampuan untuk bisa merasa apa yang dirasakankan apappun di luar dirinya sendiri: hewan, tetumbuhun sampai manusia lainnya, dapat kita bayangkan betapa itu akan menyiksa. Namun, rentetan perusakan, kekerasan dan penghakiman sepihak ini sepertinya tak akan terjadi.

Di tengah tanah lapang yang berdebu, di saat mentari mulai mendaki, orang-orang berpekik dan melempari sang pelacur tak berdaya dengan apapun yang bisa mereka genggam. Kita tahu orang-orang itu geram karena perbuatan si wanita pelacur yang mereka anggap nista tak bermoral. Mereka yang merasa suci terpanggil untuk menghakimi dan menafikan ia yang kotor, ia yang “kafir.”

Di tengah drama penyiksaan itu berlangsung, datanglah seorang pemberani yang dengan seperti konyol membiarkan tubuhnya menjadi perisai bagi tubuh si pelacur dari hujanan sambitan sekumpulan orang yang tengah teramat marah. Lalu ia berbalik pada hakim-hakim “swasta” itu dan berteriak dengan kata-kata yang sangat jelas: “Siapa di antara kamu yang