Blog Baru Seorang Wakil Bupati (Taufiq Gunawansyah)

Ini bukanlah review; apalagi review berbayar. Posting ini hanyalah bentuk kecil dari apresiasi saya terhadap seorang Kang Opik (Taufiq Gunawansyah) yang merupakan orang nomor dua di Kabupaten Sumedang; alias wakil bupati. Namun beliau tak kikuk untuk masuk (bukan tercebur) ke jagat blog dan bersama para blogger lain ikut rayakan kebebasan berekspresi di alam vitual ini.
Di Sumedang, nama Taufiq Gunawansyah tak hanya identik dengan pemerintahan, birokrasi, politik, atau apapun yang melulu berbau jabatan publik. Ia pun dikenal baik sebagai orang yang begitu peduli terhadap budaya Sunda. Melalui pikiran dan ikhitarnya, tercetuslah program: Sumedang Puseur Budaya Sunda (Sumedang Pusat Budaya Sunda), yang diorientasikan untuk merevitalisasi nilai-nilai dan budaya Sunda dalam tiap aspek kehidupan masyarakat Sumedang sehingga terujudlah karakter manusia yang utuh; bukan manusia-manusia terasing yang tercerabut dari akar sejarahnya sendiri .

 
Selain sebagai alat rekayasa pembentukan karakter masyakarat, (character buildling) program ini pun memiliki tujuan strategis, yaitu sebagai upaya dalam menumbuhkan rasa ketertarikan para wisatawan untuk singgah atau datang ke Kabupaten Sumedang. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa budaya merupakan komoditi potensial untuk meningkatkan lalu lintas pariwisata di suatu daerah. Keunikan dan otentisitas suatu kultur memiliki daya tarik tersendiri bagi mata para wisatawan yang kerap--persitiwa ini--mereka tafsirkan: eksotis. Bali dan—boleh kita sebut-- Jogja telah berhasil dalam membangun industri parwisata berbasis budaya ini.

Menyebut Taufiq Gunawansyah sama dengan membincang keuletan dan loyalitas penuh seorang anak daerah dalam membangun dan menaikkan nama daerahnya. Kang Opik (sapaan akrab Taufiq Gunawansyah) bukanlah tipikal manusia “lupa daratan” yang tergila-gila pada tingginya ombak dan rineka taman di dasar laut hingga akhirnya melupakan onggokan pasir pantai yang belum selesai ia jadikan gunung. Namun beliau adalah seekor burung yang terbang tinggi setinggi-tingginya, bermesraan dengan gemawan putih dan langit biru, mendecaki miniatur bumi yang teramati indah di ketinggian, namun setelah itu, setelah perayaan syahdu itu, ia pun teringat akan kandang dan keluarganya. Tanpa sesal, ia pun kembali ke dahan sebuah pohon, ke rumah mungil hasil mulutnya sendiri, dan bercengkerama akrab dengan istri dan anak-anaknya. Begitulah Kang Opik: putera Sumedang, menamatkan sarjana di luar daerah, dan kembali ke bumi semula, untuk, berjibaku dengan segala keterbatasan dan pembatasan sebuah kabuapten kecil, hingga akhirnya berkembang seperti saat ini.

Walau blog pribadinya masih dalam proses penyempurnaan, namun jalan-jalan ke sana bukanlah kemubadziran. Karena pasti beliau membuka diri dengan siapapun yang ingin berkenalan secara pribadi dengannya. Bolehlah konten kurang sana-sini, tapi saya yakin, pemiliknya adalah manusia yang telah utuh, berisi, dan sangat patut untuk kita ambil. Setidaknya kita punguti.

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 9 Tanggapan... read them below or add one }

Kang Sugeng mengatakan...

wuaaaah... sepertinya beliau ini memang seorang tokoh yg layak dikagumi ya...

Jiox mengatakan...

akang kenalannya kelas pejabat nih..
met aktifitas :)

annie mengatakan...

assalamu'alaikum, Kang ... kamana wae?
alhamdulillah bisa baca kembali tulisanmu. Kang Opik ...hm... mampir kesana ah. nyobian.

eNeS mengatakan...

Blogna alus lur. Bener-bener alus. Wah jigana jadi tim sukses yeuh, loba duit meureun, hehehe...

insanitis37 mengatakan...

@Kang Sugeng: menurutsy juga sepertiitu Kang...
@kang Jiox:engga jg. krn beliau orgnya low profil jd sy mengenalnya secara personal
@teh Annie:Mangga teh. terbuka kok, hehe
@Kang enes: Timsukse naon...loba duit ti mana hordeng, hehehehe

eNeS mengatakan...

Ari ceuk akang mah, cekap sakitu. Mun rame teuing malah katingali ngewa, soalna ieu personnal blog anu kudu ngadepankeun citra lur.
Mun sederhana tapi menarik bisa nunjukkeun org eta punya sikap sederhana, jujur tp cerdas. Kitu meureun, hehehe...

Insan mengatakan...

Siap Kang lah, hehehe

richoyul mengatakan...

rata2 banyak pejabat yang lupa daratan, hebat yah klo tidak lupa daratan. semoga akan selalu begitu

richoyul mengatakan...

Selamat pagi sahabat....... selamat beraktifitas

Posting Komentar