Alhamdulillah: Sebuah Epilog Dalam Djarum Black Blog Competition Vol II

Betapa waktu berjalan terlalu cepat, bahkan tanpa kita sadari. Kita pun senantiasa dipunggungi waktu dan tak pernah sebaliknya. Sebetulnya “kejar-kejaran” ini tidaklah seimbang; waktu berlari dengan begitu kencang, sementara—di belakangnya—kita berjalan tertatih, terseok-seok, bahkan hanya kuasa beringsut. Jadi, bukan kita yang dikejar waktu tetapi kitalah yang mengejar waktu.


Tanggal 25 November 2009 terasa baru kemarin sore; pengisian form registrasi di Djarum Black Blog Competition Vol II, persetujuan dari pihak panitia, sampai akhirnya kegirangan hati saya karena blog yang baru seumur jagung ini disetujui pihak panitia, bagai sebuah bayang-bayang dalam mimpi. Dan ketika saya terbangun, saya dihadapkan pada tanggal 28 Februari 2010, yakni tanggal terakhir pendaftaran artikel yang diikutsertakan dalam kontes blog yang diselenggarakan Djarum Black ini.