Menara

Tanpa derai air mata
Tanpa ucap pilu atau rasa malu
Kau tetap berbicara penuh retorika
Kau terus berargumentasi melengkapi apologi

Tak ada sesal yang mengganjal
Tak ada maaf yang terucap
Kau tetap berdiri penuh percaya diri
Kau tetap bergeming memamerkan taring

Tak ada peduli di hati
Tanpa rasa salah di langkah
Kau sebut pengkhianat mereka yang menghujat
Kau bilang pemitnah mereka yang mempersoalkan perintah

Kau duduk di menara gading
Terlalu tinggi untuk menjamah kami yang terkapar di bawah



"Nun jauh di sana. Di negeri Cina. Konon ada pejabat yang melakukan korupsi. Ia malu. Ia punya malu. Ia masih punya malu. Ia pun mengakhiri diri. Bunuh diri.  Karena malu."

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 28 Tanggapan... read them below or add one }

Rizky2009 mengatakan...

mengamankan pertamax dulu baru baca

Rizky2009 mengatakan...

ia merasa punya kemaluan "isin maksudnya" cz ia merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan sehingga melakukan bunuh diri, tp kalau para pejabat d negeri ini sama sekali dah g punya kemaluan "isin" berfikirnya mumpung masih d atas

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

lam kenal juga. tks dah mampir.

Newsoul mengatakan...

Hiks, saya paling takut berada di menara gading sobat. Tulisan indah. Selamat bermalam pertama di tahun ini.

minomino mengatakan...

mereka g takut ketinggian y...
kayanya g pake pegangan juga...
ati2 tuh kalo jatuh...
pasti sakit banget...
kalo sakit...
kan minta tolong juga...
ada yg mau nolong g? :p

Henny Y.Wijaya mengatakan...

mereka mendaki terlalu tinggi, hingga tidak sanggup menatap ke bawah lagi. bahkan tidak sanggup turun lagi

agung aritanto mengatakan...

lam kenal yaa

lg blog walking malam niiii

jgn lupa visit balik yaaaaaaaaaa

nuansa pena mengatakan...

Bunuh diri adalah langkah yang salah, tetapi tetap mempertahankan sebagai tikus... terali besi hadiahnya!

Andrie callista mengatakan...

apapun ocehan kita, koruptor tak pernah mendengar.. mereka tuli.. :)

Rizky2009 mengatakan...

setuju ama sobat Andrie callista, kita koar2pun g akan ada gunanya, semua itu balik k diri sendiri

Latifah Hizboel mengatakan...

Masih punya malu kok korupsi,akhirnya penyesalan dengan diakhiri bunuh diri,jalan pintas yang nista.Sudah korupsi bunuh diri pula,kasihan sekali ya ?!

SeNjA mengatakan...

menara gading,...

alangkah tingginya,hingga tak mampu melihat kita yg terkapar dibawahnya.

kasihan,...matinya pun mengenaskan

setiakasih mengatakan...

bukankah bunuh diri itu pengecut?

ya... jalan akhir yang senang, mungkin.

lina@home sweet home mengatakan...

Puisinya 'dalem' banget, pasti banyak yang tersindir nih

lina@happy family mengatakan...

Sayangnya di negeri ini masih cukup banyak yang bersikap seperti yang ditulis Sobat

7 taman langit mengatakan...

salam sejahtera
semoga puisi Anda bisa dibaca dan bermanfaat bagi semua orang

7 taman langit mengatakan...

salam sejahtera
kunjungan balik nich
maaf baru bisa berkunjung sekarang
nice post ^^V

7 taman langit mengatakan...

jujur puisi Anda bagus

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

kalau kita disini malah bangga pamerin harta dari hasil korupsi.

masterGOmaster mengatakan...

kayaknya sajak/pantun buat alm gus dur ya !!

Aditya's Blogsphere mengatakan...

Berpuisi ria lagi bang?hmmmm,,,,,tak kasih award bang....n di tunggu untuk pemasanganya ya hehehe btw puisinya nyindir siapa tuh?kok sepertinya menggambarkan kesombongan seseorang?

-Gek- mengatakan...

Masih berkutat dengan puisi mu yang sarat akan berita masa kini. Thumbs up!
Key word nya.. minimal 2, bro.. hehehe!
Makasi dah sering mampir.
Makasi dah menilai artikel saiaaa.. :D
Semangat tahun baru yaaa..!

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

subuh2 aku bergerilya lagi di blog mu sobat....ku tunggu kedatangan mu..

Astaga.com Lifestyle on The Net mengatakan...

menyentuh sekali puisinya mas

Astaga.com Lifestyle on The Net mengatakan...

menyentuh sekali puisinya mas

Munir Ardi mengatakan...

semoga semua pejabat punya perasaan malu tapi malulah pada Nya bagaimana nanti di hari kemudian bila berhadapan dengannya

oema mengatakan...

malu... karena malulah, kadang dunia menjadi seberat yang kita pikir... menjadi sesempit yang kita kira...

diar mengatakan...

Aih!!! menohok sekali nih puasa.
Semoga penguasa yang punya mental demikian kalau membacanya bakalan tercepret hatinya bagai dicambuk sapu lidi. he heh...

Posting Komentar