Memberi?


Kita semua tentu tahu apa arti memberi, makna berbagi. Walau kita tak dapat mengurai itu dalam sebuah lantunan kata atau sederet aksara, tapi sesuatu yang ada dalam diri kita mampu merasa dan memaknai itu sebagai suatu rasa puas, kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang terbit bukan dari kepuasan nafsu karena memperoleh, tapi dalam kerelaan hati melepas sebagian yang kita genggam demi sesuatu yang bukan kita.

Kerap kita tak sadar atau lupa bahwa ketika kita memberi, kebanyakan kita selalu merasa tengah berbuat untuk yang lain, diri ini melakukan sesuatu hal kepada diri yang lain. Karena sikap inilah muncul sebuah kata, yang apabila kita tak terlalu cerdas mengolah hati, kata ini dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang keangkuhan khas Iblis. Ialah jasa. Perasaan berjasa lah yang membuat kita merasa pantas mendapat sesuatu yang lebih, yang istimewa,  dari sesuatu yang telah kita beri.
Covey mengatakan bahwa sesuatu yang berada di luar sebenarnya tidak menentukan apa-apa bagi diri kita. Kitalah sang penentu, si pengambil keputusan. Bukan kondisi di luar, namun sebenarnya diri kita sendirilah yang memutuskan kita akan bahagia atau tersiksa, senang ataukah murung. Bukan karena keterbatasan materi yang membuat kita merasa terpuruk, tetapi ketidakmampuan hati untuk bersabar dan bersyukurlah yang menciptakan perasaan itu.

Jika sesuatu yang di luar tidak dapat berbuat untuk diri kita, maka kita pun tidak bisa melakukan apa-apa untuk diri yang kita beri, yang kita bagi. Karena si pemberi berada di luar diri si penerima. Adapun kita berbuat memberi, itu hanyalah sebatas melakukan sesuatu yang kita anggap benar, sesuatu yang menurut kita seharusnya. Ketika kita memberi selimut pada ia yang sedang menggigil kedinginan, kita tak tahu apakah kita telah berbuat untuk ia atau tidak. Namun yang pasti kita melakukan sesuatu yang kita angaap benar, sesuatu yang menurut kata hati kita itulah yang seharusnya.

Akhirnya kita pun tidak dapat sungguh-sungguh membahagiakan orang lain. Karena, sekali lagi, kebahagiaan adalah bukan sesuatu yang berasal dari luar, tapi merupakan hasil proses dalam diri. Sebagai ilustrasi: Anda memberi saya rokok yang bukan Djarum Black, sedangkan saya hanya menyukai rokok produk Djarum Black saja, terutama Djarum Black Slimz, misalnya. Kemungkinan besar saya tidak senang dengan pemberian Anda karena itu bukan rokok yang saya sukai. Jadi teranglah, bahwa kebahagiaan itu tidak terletak dalam rokoknya, di dalam pemberiannya, namun dalam reaksi hati saya ketika menerima pemberian Anda. Karena saya pun bisa beraksi sebaliknya. Bila saya memiliki kecerdasan emosional dan mampu melihat sisi lain dari pemberian Anda—mislanya ketulusan Anda ketika memberi—reaksi hati saya pun bisa menjadi senang. Saya bisa memutuskan untuk menjadi bahagia dengan pemberian Anda.

Adapun kita hanya berusaha untuk memenuhi apa yang orang lain butuhkan dan perlukan. Reaksi orang atas pemberian kita itu tak jadi soal karena itu bukanlah dalam kekuasaan kita. Dan melampaui itu semua, perbuatan memberi dan berbagi adalah salah satu jalan kita dalam memenuhi keselarasan dengan Sang Penunjuk: kata hati. Ia lah yang memfirmankan sesuatu yang benar dan seharusnya. Semoga kita senantiasa meluluskan kata hati. 
 
Gambar diambil dari sini 

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 25 Tanggapan... read them below or add one }

nuansa pena mengatakan...

Kemasan pencerahan dengan kontes yang prima! Menyenangkan orang lain membuat hati kita menjadi sabar dan peka akan kata hati yang selalu benar!

Local Download mengatakan...

wah keduaxx^^
yoi sob,, salaing memberi diantara umat manusia adalah hal yang indah, demi membantu sesama^^

salam blogger:)

Seiri Hanako mengatakan...

memberi kadang bisa melegakan hati...
*base on the true story*

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

hidup ini hanyalah sekadar sekelip mata berbanding dengan kehidupan di yaummul akhirah. Alangkah baiknya hidup ini kita isi dengan senantiasa memberi walaupun hanya sekedar hanya secuil.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

makasih banyak atas terpasangnya link saya sobat.

Kian Coi mengatakan...

bener banget tuh mas..gw sih kayaknya belum sampe situ deh..yg penting g terlalu banyak minta kan...

thank's da comment yak..!!!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

memberi hrs dg iklas. itu yg bener

Ida Donald mengatakan...

membantu orang lain tanpa pamrih adalah sesuatu hal yang sangat mulia... setidaknya kita membuat hidup kita sedikit lebih berarti.... hehehe... :)

ungu-ungu persikmania mengatakan...

Terimakasih infonya mas..
Sangat bermanfaat bagiku.
Blognya makin hari makin kerenn aja. Sip!!

NURA mengatakan...

salam sobat
memberi lebih mulia daripada meminta
mari kita saling memberi dan berbagi..selagi masih diberikan kesempatan hidup oleh ALLAH SWT.

alkatro mengatakan...

kemasan yang disuguhkan mantap akang...
memberimerupakan makna tersendiri dari cinta sejati... yang tiada harus diartikan karena suatu harapan ataupun penantian.. karena hidup adalah hurip= 'huruf' yang dikasroh ... kabuurr

Henny Y.Wijaya mengatakan...

ada kutipan kata mutiara :
"ingatlah selalu kebaikan yang orang berikan kepada kita, lupakan kebaikan yang kita berikan pada orang lain. Lupakan kejahatan yang orang lain lakukan kepada kita, ingatlah selalu kejahatan yang kita lakukan pada orang lain"

sarif husin mengatakan...

Ketika kita memberi tampa mengingat2 pemberiankita,, maka sesungguhnya pemberian itu akan dibalas sepuluh kali lipat,, Percaya Ga?

minomino mengatakan...

kadang2 kita kelewatan berusaha menumpuk harta,
ketika harta sudah di tangan,
kebingungan pun melanda,
'harus diapakan ini?'
jalan terbaik memang memberi,
sekalipun hanya seulas senyum org lain yg jadi imbalannya...

irmasenja mengatakan...

pemaparan yg sangat bagus tentang makna berbagi mas. bukankah dengan memberi berarti kita memperkaya jiwa kita? kita tidak akan pernah kehabisan jika kita senantiasa berbagi.
itu yg aku yakini...memberi juga mengajarkan hati kita tentang merelakan dan ikhlas.
terima kasih pencerahannya ya....

masterGOmaster mengatakan...

seperti kata pepatah "tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah"
makasih sharingnya kawan!

masterGOmaster mengatakan...

seperti kata pepatah "tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah"
makasih sharingnya kawan!

setiakasih mengatakan...

Memberi itu lebih indah dari menerima...

kelirirenk mengatakan...

Muaranya adalah ikhlas yang tersimpan di dalam hati bukan dimulut saat berucap, bukan ditangan saat memberi, maupun bukan di hati ketika riya'.

munir ardi mengatakan...

tangan diatas memang selalu lebih baik dari tangan dibawah

blogger bumi lasinrang mengatakan...

pencerahan yang begitu indah sahabat

Simple world mengatakan...

what you give you get back

rendik mengatakan...

banyak memberi banyak riski

chandra mengatakan...

setuju banget sobat,
memang kita jangan selalu menuntut hal yang lebih,
tapi kita sebaiknya memberi dari apa yang kita miliki, misal ilmu dll

sewa mobil murah mengatakan...

lebih baik memberi daripada menerima
tapi pada kenyataannya org lebih senang menerima daripada memberi.
betul ga ?

Posting Komentar