Persembahan Dari Sahabat

Puisi Dari Sahabat Sabda Cahaya

Fitnah

matamu yang surut,
menyoroti ruang gelap temaram
matamu yang dangkal
menatapku liar, mencair dalam cahaya
ada kisah renik-hidupku yang kau celah
yang kau sembur dengan serapah
ini kisah lajangku-jalangku,
yang telah kau cabikcabik dan kau kunyah
adakah kau tahu?
katakatamu sejengkal lagi menjerat leherku
tapi pernahkah kau ketahui,
bisikku lebih keji dari sembur ludahku kemukamu
sedang tentang jejak,
biarlah angin malam yang menyapu suci
biarkan ia pulas dalam tekak dan teriak.
* sebuah puisi untuk insan http://www.insanitis37.blogspot.com/

Komentar Insanitis37
Kucari mata malaikat itu...
Kutilik di setiap masa atau sepenggal kisah...
Lama aku tertegun...
Angin berhembus menyibak nurani, dingin menggigil hingga ke jantung...
Antara hati dan jantung, ada sebuah lorong menganga. semburat cahaya menyembur menerangi semesta...
Antara hati dan jantung, kulihat bayang suram wajahmu.
Bukan dirimu yang gelap, namun hatikulah yang kusam balas bergulat dengan peluh dosa.
Maafkan hati yang menafsir.

NB: terima kasih dari hati atas persembahan lautan rasa untukku. thanks jg udah ngasih link di posting, hehehe
Semoga semua dirimu berbahagia

Puisi dari Sahabat Nirma Yawisa

Senyappun Jera Padaku

Mungkin saja aku tak ingat,
Ada gemerisik rindu di patahan ranting hatiku
Cerita tanpa kata yang kubuat
Untuk sayap yang mengangkasa pergi
Yang jelas,
Aku menatap senyap
Tak merasa, tak meraba,
Hanya tertawa, dedaunan tua yang lama mengering
Bantaran hati yang lama t'lah landai
Hanya bersenandung kecil,
Membisukan nada-nada hampa
Yang meti tercekik dalam sebuah kesepian
Hanya menikmati semua
Mengaliri kembali mataku yang tak lagi basah


Mungkin,
Sudah cukup bagiku semua gelap
Hingga kelam pun jera tuk bersama.
……..
………


Epilog ini,
Buktikah akan muakku?
Rasanya senyap pun lamat-lamat akan lari dariku..

Komentar dari Insanitis37
"Epilog ini,
Buktikah akan muakku?"
mudah2an ini bukan ditujukan tuk diriku, hehe

ketika kata terdengar menggugah,
saat tulisan terlihat menyalak
yakinilah bahwa itu tak hanya kata, bukan sekadar tulisan.
Namun emosi jiwa yang niscaya dimiliki para pecinta...

Sekali lagi makasih banyak y teh, tar aku posting y puisinya...

Puisi dari Sahabat Setia Kasih

keterasingan

membawa seribu macam rasa
alam pancawarna
ghaib tiba-tiba
tanpa aku tahu kenapa?

sunyi
meyelinap masuk
ruang hati yang paling halus
saat demi saat
ia mula mengisi
kekosongan yang cuba dinafikan
kewujudan
membawa rekah
yang pedihnya
tidak terungkap dengan kata-kata.

bagaimana mungkin boleh tercantum semula
luka gurisan
yang kau tinggalkan
sebagai hadiah hitam
paling bersejarah
kamus kehidupanku.

ah.. keterasingan
dalam keramaian
itu menjadi aku!

suara suara sepi
bergema di corong telinga
melodi tiada henti
menghantuiku
saban malam
menduduki segala mimpi ngeriku
dan tika itu
aku sangat perlu hadirmu
menenangkan gusarku
rengkuh jasadku
dekap hatiku

oh... aku perlu kamu!

memangnya kenapa
keterasingan ini makin jelas
melukai jiwaku?

Mau lari?
aku tertanya pada diri
tapi ke mana kaki ini mau membawaku pergi?
jauh
jauh
jauh
dari rasa sunyi maha sepi
yang memetakan perjalananku ini.

duhai Kamu yang memelihara hati
aku mohon
pimpinlah dan terangi jalanku
lepasi daerah serba asing lagi menakutkan ini...



setiakasih
p.s: buat insanitis37


Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 21 Tanggapan... read them below or add one }

setiakasih mengatakan...

salam insan:

terima kasih keran sudi menerima puisiku untukmu.

Piet Puu mengatakan...

Merinding piet baca ini....
nice post ^_^

-Gek- mengatakan...

Astaga.. lagi lomba buat puisi ya...
Sabda dan Mbak Setiakasih emang keren, kadang heran.. terbuat dari apakah hati mereka itu??

Kenapa romantis sekaleee..
(mupeng mode : ON)

-Gek- mengatakan...

Apalagi kata-katanya Insan.. sudah-sudah..
duduklah kalian dalam 3 singgasana itu.
Akan kudengarkan denting gelas kalian berdendang menembangkan puisi yang paling indah.. :)

oema mengatakan...

aku malu.... T_T
Kang Insan mau aja terima puisi aku, eleuh...

Newsoul mengatakan...

Wah banyak hadiah puisi ya. Selamat atas puisinya. Mantap.

rumah blogger mengatakan...

TAK KUNJUNG PADAM

walau hasrat ini menggebu
walau keinginan ini menggelora
tak kuasa diri gapai pesisir hatimu
kau semakin jauh bersama angin, jauh bersama awan dan aku sendiri

relung jiwa menghentak ketidakberdayaan
walau ini hanya sebuah angan yang tersisa.

sabirinnet mengatakan...

sudahlah kawan..
jangan kau bentangkan tangan untuk meraih mimpi
ulurkan tangamu untuk sang pemimpi

kami hadir untuk bahtera relung hatimu
walau tak bisa kau gapai, tapi getar hati yang kau rasa

yono mengatakan...

lomba puisi yaa...ikutan donk

M.RIDWAN MAHADI A.T mengatakan...

wah terima kasih bgt ya mas...yang telah berkenan posting puisi sy disini

jola76 mengatakan...

wah puisinya saling berbalasan kaya berbalas pantun aja.....he3x.

dodinur mengatakan...

puisinya bagus banget..boleh nggak tukeran link...kalo boleh kasih info ya.. :-)

minomino mengatakan...

waaa...rame banget disini :)
puisinya hebat! saling balas membalas pula,hehe

Aditya's Blogsphere mengatakan...

waduh...sampe segitunya...wah-wah romantis bgt.....waduh jadi ngiri...besok aq juga mau buatin deh ahahahaha

ateh75 mengatakan...

Indahnya bingkisan puisinya,kao saya mau bikinin puisi buat kang insan tapi ga bisa ...klo dibikinin sih mau hehe...

ada award buat kang insan bila berkenan diambil ya ?!

dodinur mengatakan...

Cerita yg bagus...sebelumnya boleh nggak tukeran link...kalau boleh kasih info ya...

Zahra Lathifa mengatakan...

huhuu...bagus banget, baru ini aku baca postingan kepanjangan tanpa rasa bosan...hihi! nice nice nice...*claping hand..:D

SeNjA mengatakan...

senangnya dibuatkan puisi oleh sahabat ^_^

selamat ya mas,itu berarti banyak yg terinspirasi dgn tulisan2 mas insan yg memang keren

nen's; mengatakan...

Subhanallah...
Akoe tergagap dalam kata
meng-amini takjub yang terbata
kala para sahabat bertaut rasa pada kata

alkatro mengatakan...

duduk bengong sambil manggut-manggut... kereen pisan euy..
kosong adalah berisi
kenyataan hanyalah sebagian dari mimpi
yang tiada berupa
hanya hayalan semata

NURA mengatakan...

salam sobat
maaf komentar disini,,
puisi sangat mendalam maknanya.
siip banget sahabat pada bikin puisi balasan juga,
sukses selalu ya,,

Posting Komentar