Manakiban dan Penjelasan Sederhana Atasnya


Setiap tanggal 11 berdasarkan penanggalan kalender hijriah ada sesuatu yang teramat istimewa bagi seluruh pengamal thoriqoh (takrekat) Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Di tanggal itulah ritual pembacaan manaqobah-yang biasa disebut dengan acara Manakiban-Sulthon Auliya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, digelar. Bukan hanya jamaah atau ikhwan dari Indonesia saja yang menghadiri acara agung tersebut. Bahkan, dari luar negeri pun berduyun datang demi mengalap berkah dari pemiliki manaqib.


Manaqib itu sendiri adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang. Dan dalam konteks amaliyah Manakiban thoriqoh (takrekat) Qoodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya adalah manakib atau kisah bajiknya Sulthon Auliya Syekh Abdul Qoodir Al-Jailani.


Alhamdulillah, pada bulan yang lalu saya ditakdirkan oleh Allah, melalui berkah-karomah
Pangersa Guru, Sykeh Ahmad Shohibulwafa Tajul 'Arifin QSA, dapat berangkat ke Suryalaya kajembaran Rahmaniyah untuk mengikuti ritus manakiban. Reportasenya bisa sobat baca di sini. Tapi di bulan muharram ini, rupanya Allah berkehendak agar saya tidak berangkat ke sana. Namun saya tetap berusaha untuk selalu berkhusnudzon pada-Nya. Saya yakin bahwa ini adalah takdir terbaik bagi saya.


Demi mengobati rasa rindu, di post kali ini saya akan menuliskan satu manaqobah dari dua manaqobah (manaqobah ke 39 dan 40) yang dibaca setiap bulan Muharram. Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk saya pribadi dan sobat semua yang sudi meluangkan waktu membacanya. Amiin.


Manaqobah ke 39
Di dalam kitab Bahjatul Asror meriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qodir pada suatu saat beliau terbayang melayang-layang di atas ribuan manusia. Pada jamaah majelis pengajian yang beliau pimpin beliau berkata "Tiada terbit matahari melainkan mengucapkan salam padaku. Pada setiap datang tahun selalu memberi salam padaku, dan menginformasikan segala kejadian atau peristiwa  yang akan terjadi pada tahun itu."


"Pada setiap datang bulan senantiasa memberi salam padaku dan menceritakan peristiwa apapun yang akan terjadi pada bulan itu. Demikian pula setiap datang minggu dan hari, minggu dan hari itu memberi salam padaku dan memberitahukan masukan tentang peristiwa yang akan terjadi pada minggu dan hari itu. Demi Dzat Kemuliaan Tuhan orang-orang yang akan mendapat kecelakaan dan kebahagiaan semuaya itu diajukan padaku."


"Pandangan mataku ada ada di Lohmahfud, dan aku tenggelam dalam lautan ilmunya Alloh dan dalam lautan musyahadah-Nya.  Akulah yang akan menjadi hujah Alloh bagimu. Akulah yang menjadi pengganti dan penerus Rosululloh SAW. Akulah yang menjadi pewarisnya di bumi. Manusia ada gurunya, malaikat ada gurunya, demikian pula jin ada gurunya,dan aku adalah guru semuanya."

Bila ada sobat yang menganggap kisah ini terlalu berlebihan. Tak masuk di akal. Bohong belaka. Coba sobat bandingkan dengan kisah Nabi Musa membelah lautan, Nabi Isa menghidupkan orang yang telah lama mati, atau pengalaman isra mi'rajnya Rasul.  

Mereka kan Nabi, Rasul...! Akan saya jawab dengan satu hadits Nabi: Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya dari kalangan para hamba Allah ada segolongan orang yang bukan nabi dan bukan pula syuhada, namun para nabi dan para syuhada’ berebut dengan mereka dalam kedudukan terhadap Allah.”
Gambar diambil dari sini

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 16 Tanggapan... read them below or add one }

masterGOmaster mengatakan...

dari ceritanya menarik sekali , sayang saya tempatnya agak jauh jadi setiap tahun selalu absen

lina@happy family mengatakan...

Saya tambah ilmu nih...

Kian Coi mengatakan...

sebuah pengalaman yang berharga sob...gw jadi dpt ilmu dan pengetahuan baru.. salam sukses aja deh..!!!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

met siang. terima kasih sudah mampir ke blog saya.

Newsoul mengatakan...

Tulisan menarik. Aneka kisah dan kejadian bisa saja terjadi atas kuasaNya. Tidak ada yang tidak mungkin bila Ia berkehendak.

insanitis37 mengatakan...

@Master: Gpp mas jauh dari mata..asal dekat di hati :-)
@LIna: Alhamdulillah
@Coi: trims atas apresiasinya
@Newsoul: Sepakat. tak ada yang tak mungkin bagi Dia Yang Kuasa

alkatro mengatakan...

great post..
o iya akang.. sepupu alkatro yang ane ceritain kl bln syakban piknik ke Suralaya; Rumahnya di Magelang - Jateng .. (lumayan deket kan? dari rumah akang he he)

Rkeyla mengatakan...

ok banget infonya kawand
jadi tambah nie referensi pengetahuan aq
thank's yach

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Selamat malam.
makasih banyak,... saya baru tahu kisahnya dari sini.

Bahauddin Amyasi mengatakan...

Wah, ternyata saya baru tahu nih...
Salam akrab sahabatku. Semoga menjadi sahabat abadi ya...

nuansa pena mengatakan...

Kisah yang menarik!

annie mengatakan...

Allah senantiasa meninggikan orang yang meninggikanNya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Terima kasih sudah berbagi kisah ini, Kang.

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

Makasih sob atas postingan ini ...hati jadi Adem dan tambah ilmu nih...

Sang Pemberontak mengatakan...

Membalas kunjungan anda sy mau pergi cepat2 nih nanti berhenti gendeng dan pemberontak kalau lama disini

Sang Pemberontak mengatakan...

Hidup copas hidup gendeng

diar mengatakan...

Baru tahu nih. Ilmu baru bagiku. Belum mau berkomentar lebih dulu nih. He heh...

Posting Komentar