Ini Budi

Ini Budi.
Ini bapak Budi.
Ini ibu Budi.
Budipun beranjak dewasa. Ia kuliah fakultas hukum dan lulus IPK cumlaude.
Dan kini Budi sukses. Menjadi hakim. Namun ia tetap tak meninggalkan kebiasaannya sewaktu kecil: meng-eja.
Ini Budi = Ini hakim
Ini bapak Budi = Keluar Bui
Ini bukan bapak Budi
Ini bukan ibu Budi

Ini bukan saudara Budi
Ini bukan teman Budi
Sama dengan Mereka Masuk Bui

Penulis: Insan, Lokasi; Sumedang

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 34 Tanggapan... read them below or add one }

NURA mengatakan...

salam sobat
wah puisinya bermakna ,,semuanya kok masuk bui ya,,
ngga hanya Budi ,

minomino mengatakan...

cumlaude memang bukan indikator :) :) :)

lina@happy family mengatakan...

Waduh, kok pada masuk bui, kasus suap dan korupsi?

setiakasih mengatakan...

Aduh.. moga itu bukan 'Budi'Ku.

laurentina mengatakan...

Jadi ingin punya teman atau saudara yang hakim. Jadi biar nggak masuk bui..

rahmatea mengatakan...

ringan tapi berat....sederhana tapi rumit....saya jadi pusing mencerna dan komentarnya.....he..he...salam aja buat semuanya.

Latifah Hizboel mengatakan...

Ini puisi budi
puisi tentang perjalanan hidup budi

hehe...bisa aja, kreatif banget.

SeNjA mengatakan...

tapi bukan budi sedang bermain bola kan mas? ( iklan MU )he,...

annie mengatakan...

Si Cumlaude ini terantuk ejaan yang dibui sistem. Sebab tak cukup mengeja aksara, si Budi perlu belajar bagaimana membaca nurani.

hehe ... kitu, kang?

masterGOmaster mengatakan...

ini budi
ini ibu budi
semua masuk bui
kalo di buat lagu kayaknya jadi sengketa nih ..good posting gan.keep posting sob !!

Lee Halimin mengatakan...

Ini bisa jadi seperti sindiran halus bagi orang-orang"yang melakukan kesalahan berjamaah",Sama-sama saling melindungi agar tak masuk bui...he...hee..heeee...!!!!!
Oh ya makasih atas komentarnya yang berbobot di "coretanku".

NURA mengatakan...

salam sobat
saluut banget,,banyak komentarnya nich,,
hebat artikelnya.

nuansa pena mengatakan...

wah aku gak berani komentar! sereeemmmmm nanti ikut ketangkep! Arah pikiran saya kok kesana!

Jiox mengatakan...

IQ ane ga nyampe kayaknya.. ane tahunya si Budi yg jd hakim ya Budi Anduk dalam kasus 'ngaku-ngaku'.. he he

Newsoul mengatakan...

Itulah kalau Budi kecil hanya diajarkan meng-eja, bukan memahami. Nice post sobat.

minomino mengatakan...

thx a lot :)
kita satu sama, saya jg suka...
makanya sering mampir :D

ALRIS mengatakan...

Nyuri semangka dihukum sekian bulan, membobol uang negara bisa bebas.
Budi pergi entah kemana...
Salam

Indahnya Berbagi mengatakan...

anaa suka sastra walau kadang tidak ngerti?

mas ichang mengatakan...

saya lagi mikir dibalik tulisan itu, apakah makna tersembunyinya. tapi tulisan anda memang menggugah...

rumah blogger mengatakan...

tapi bukan budi makan ubi ya.hehehee

sabirinnet mengatakan...

penuh arti jadi harus dimaknai secara mendalam nich.

Dev mengatakan...

Semakin banyak budi-budi yang tidak berbudi mengatasnamakan balas budi

nah lho makin pusing ga tuh :D

Aditya's Blogsphere mengatakan...

lucu hahahahaha.......thanks untuk puisinya yang menghibur bang......

alkatro mengatakan...

kata Om Iwan Fals : si budi kecil duduk menggigil.. .. tak sempat nikmati waktu, demi satu impian yg kerap ganggu tidurmu...
ada kak seto lewat.. tiaraap..

kangtris mengatakan...

Budinya yang mana ya ? he2..

Rkeyla mengatakan...

nice post kawand
walaupun gua agak g ngerti maksudnya
hehehehe

insanitis37 mengatakan...

@All: Jangan salah tafsir ya. Ini Budi beneran lo. Bukan Budi yang sekarang ramai di bincang itu...hehe

NURA mengatakan...

salam sobat
berkunjung lagi,,
sukses selalu ya,,
ditunggu postingan barunya.

achmad edi goenawan mengatakan...

Mampir, balas budi! qi qi qi qi!

Indahnya Berbagi mengatakan...

klu dah masuk blog org tdk tinggalkn jejak rasanya ada yg kurang, meski dah komentar nie? ditunggu updatenya!

o ya ttg tutorial next page yg antum minta anaa dah dpt dr blog acrom tp wktu anaa praktekin ditemplate minima blm berhasil jd blm buat postinganx, info diblogx dari daftar komentar2 pngunjungx mngkn ada pengaruhx jg dgn template?

yanuar catur rastafara mengatakan...

jadi keinget masa sd dulu nih..hehehehe

alfarolamablawa mengatakan...

wah sadis bang.
menusuk langsung ke realita hidup...
great posting

diar mengatakan...

Aku masih kerabatnya si Budi lho. he heh... lolos dong...

endra mengatakan...

hwaduh.. untung ada budi,
klo ndak ntar nama ane yang dipake hihi..

Posting Komentar