Gus Dur


Bismillah...
Kepergian Gus Dur begitu menyakitkan kita semua. Bukan hanya dirasakan oleh warga nahdliyyin atau umat muslim Indonesia tetapi semua masyarakat di nusantara bersedih pilu atas mangkatnya pejuang kemanusiaan ini. Bahkan kemarin, pukul 18.45 WIB, saya sempat mendengar angin menjerit keras seperti menahan sakit yang teramat dalam. Air histeris meratap, sementara langit berteriak kencang. Sampai tadi pagi, kudengar kokok ayam tak seperti biasanya. Sayatan hati yang pedih tergambar jelas dalam suara paraunya. Semua berduka. Semua meratap.

Ingin sekali saya menulis tentang Beliau. Tentang jasa-jasanya... Ah tidak. Aku urung. Terlalu sempit halaman posting ini untuk menceritakan jasa beliau pada bangsa dan manusia, terlebih jasanya pada kaum minoritas dan terpinggir. Tentang pemikirannya, mungkin?...Aku kembali emoh. Mustahil rasanya pikiran dan pemahaman manusia biasa seperti saya menganalisa "peta" pemeikiran Beliau yang teramat kompleks dan maha canggih. Pasti tentang ciri khasnya, jokes


Aku pun mulai berpikir, menerawang, dan mencoba memusatkan diri dan pikiran di depan keyboard, di hadapan monitor...Lama aku terpekur. Berpikir. Menimbang. Namun tetap tak kunjung jadi...Tangan tak laksana menerjemahkan pikiran, mengetik. Ada satu rasa yang mengganjal. Ia tak besar namun terasa menyesakkan.  Rasa itu terletak di antara jantung dan hati. Tersadar akan apa yang tengah terjadi pada diri kuputuskan untuk meninggalkan komputer dan menghambur ke tempat tidur. Mencairkan rasa itu agar ia bisa keluar, lega. Hati berdarah dalam lelehan air mata. Aku terisak panjang, tak ikhlas atas kepergian Beliau.

Tak sadar, tangis menidurkanku dan membawa diri pada alam mimpi, satu-satunya alam ideal bagi manusia. Di sana kulihat Gus Dur duduk tenang dengan wajah penuh cahaya. Ia duduk di sebuah bangku panjang, bangku yang biasa dipakai pedagang makanan kaki lima. Tak ada satupun garis sesal atau ketakutan di raut wajahnya.  Ia terlihat damai nan bahagia.

Tangannya yang putih melambai ke arahku. Jiwaku terasa ditarik oleh suatu kekuatan gaib yang dahsyat namun terasa sejuk di hati. Ku dekati ia dan ku cium takdzim tangan sucinya. Tiba-tiba rasa sakinah datang memenuhi hati dan jiwa. Menyisihkan rasa sesak yang dari tadi mengganjal.

Lirih, ia berkata padaku. "Kamu harus teguh memebela manusia. Gusti Alloh itu Maha Kuasa. Ia tak butuh pembelaan manusia. Manusialah yang perlu dibela." Ia menarik nafas panjang. Matanya menerawang ke suatu alam yang tak mungkin aku jamah.

Ia kembali berujar, nadanya terdengar bagai sebuah lantunan wirid. "Ingatlah selamanya bahwa kehidupan yang diberikan Gusti ini bukan hanya anugerah tetapi amanah. Tunaikanlah amanah itu sekuat dirimu. Sekeras jiwamu. Jadilah kamu khalifah di bumi ini." 

Sunyi. Angin semilir berhembus menerpa jiwa. Tak ada suatu pun yang kulihat waktu itu selain cinta. Kuberanikan diri untuk bertanya pada Beliau. "Maaf Gus. Sekarang kita berada di mana?" Sepatah kalimat itulah yang berhasil lolos dari hatiku yang tak berdaya di hadapannya.

"Hehe...kamu ndak sadar ya? Ini kan surga." Intonasinya terdengar sama persis ketika ia masih jumeneng.

Heran, ku coba kembali bertanya. "Tapi kenapa Gus Dur duduk di bangku "kaki lima" seperti ini? Katanya di surga kursinya singgasana?"

Gus Dur langsung menimpali. "Halah...aku ndak biasa duduk di kursi empuk. Enakkan kaya gini. Waktu pemebentukan ICMI dulu kan saya sudah pernah bilang bahwa saya tidak mau bergabung di sana. Bersama kalangan Islam "elit" itu. Saya lebih memilih berkumpul dengan pedagang kaki lima saja. Jadi Islam kaki lima. Ya sampai sekarang saya masih konsisten...Kursi-kursi aja kok dibahas sih? Duduk di mana aja lah...Gitu aja kok repot..."   


Ku terjaga. Sejenak ku terpekur. Nasihatnya masih jelas terdengar, terngiang di hati. Suaranya terdengar indah bagai lantunan suara nay yang hanya mendendangkan pedihnya kerinduan akan tempat asal. Aku pun beranjak ke kamar mandi, bersuci karena hendak berdoa pada Allah semoga Ia meneguhkan hati ini demi menjalankan semua nasihat dan amanatnya.


Selamat jalan Gus. Selamat menempuh hidup baru...
Gambar diambil dari sini




     

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 31 Tanggapan... read them below or add one }

ateh75 mengatakan...

Innalillahiwainnailaihiroojiuun,tersayat hati ini kehilangan sosok beliau yg bijak.Selamat jalan Gus.

erica az mengatakan...

Selamat Jalan Gus, tetap tenang di alam sana ya,,, amin

Rock mengatakan...

Inna lillahi wa inna illaihi roji'un...

LL mengatakan...

Selamat jalan gus dur...

Henny Y.Wijaya mengatakan...

turut berduka cita atas wafatnya mantan orang no.1 di Indonesia. semoga diterima disisi-Nya

nuansa pena mengatakan...

Innalillahi wainna ilaihi roojiuun
Kita kehilangan seorang bapak yang selalu dihujat, tapi lihatlah sekarang semua agama dan golongan kehilangan beliau.
Maafkan kami gus yang selalu menghujatmu!
Selamat telah meninggalkan dunia!

annie mengatakan...

Kullu nafsin dzaiqotul maut, Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah pergi Bapak Bangsa, meninggalkan kami yang berduka.
Pernah ada keinginan untuk menulis tentang beliau, tapi saya tak tahu harus mulai dari mana. Membaca disini, saya sadar, saya tak bisa menuliskannya seperti ini. Hatur nuhun, Kang ...

diar mengatakan...

Selamat jalan Gus Dur. Selamat jalan guru bangsa.

Tulisan yang bagus kawan. Kita tentulah bakalan terkenang akan humor-humor pahlawan bangsa itu yang segar dan mendidik.


Innalilahi...

Newsoul mengatakan...

Ya, seperti kata teh annie, setiap yang bernyawa pasti akan menemui maut. Gus Dur, meski sebagian menilai beliau nyeleneh, adalah sosok peminmpin yang telah meletakkan banyak perubahan besar pada kehidupan bangsa. Selamat jalan Gus Dur. Semoga arwahmu diterima disisNya.

@cicin mengatakan...

Inna lillahi wainna ilahi raji'un.....

rumah blogger mengatakan...

selamat jalan gus....

sabirinnet mengatakan...

kita kehilangan seorang tokoh nasional yang terkenal dengan kontroversi, semoga semua amal ibdahnya diterima oleh Allah SWT, amin

eNeS mengatakan...

Meski bukan ABG (Anak Buah Gusdur) ato pengagum pemikiran beliau, malah bisa dibilang sebaliknya, tp tetap saja aku hormati beliau sebagai kyai, intelektual, dan sekaligus mantan presiden.
Selamat jalan Gus... smoga amal baik Gus diterima disisiNya, Amien...

Munir Ardi mengatakan...

Sekali bangsa Indonesia kehilangan tokoh besar yang bisa diterima oleh semua pihak semoga arwahnya diterima Disisi Allah

insanitis37 mengatakan...

@All; Trims atas apresiasinya yg begitu mendalam untuk Guru kita semua
:-)

Seiri Hanako mengatakan...

selamt jalan GD.....

selamat tahun baru 2010...
ada hadiah tahun baru buat kau di tempatku..
silahkan diambil ya..

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

trkasih kpd smua shbat, thn 2009 kita bnyak mndpt cbaan yg sngt sulit, tpi mdah2an di thn 2010,kita mndpt ijasah dri ujian trsbut, Amin

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun

Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dan memudahkan segala urusan kita. Tahun 2009 sudah meninggalkan kita dan tahun 2010 kita awali dengan niat dan doa serta berharap kehidupan kita kian lebih baik lagi. Amin...

AmruSite mengatakan...

Amiin,
Semoga Allah mengampuni dosanya dan mengabulkan segala amal baiknya dan diberikan ketenangan disisi-Nya. Amin,,

NURA mengatakan...

salam sobat
turut berduka cita
innalillahi wainnaillaihi rojiun.
selamat tahun baru 2010 .
semoga segalanya lebih baik dari tahun yg lalu.

alkatro mengatakan...

Selamat jalan Pak Dhe..
Selamat menuju alam kemerdekaan.. terbebas dari segala penderitaan dunia.

Rizky2009 mengatakan...

selamat jalan "bapak bangsa" jasa2 mu kepada negeri ini akan selalu kami kenang

Seiri Hanako mengatakan...

awardnya di http://minepoemss.blogspot.com
(^*)

masterGOmaster mengatakan...

innalillahi wainalillahi roziun...selamat jalan pahlawanku

Gus IKHWAN mengatakan...

Silahkan sobat buka TAUTAN dari temen Gus Ikhwan di Rumah Mas Doyok ni URLnya
tinggal CoPas di Addre Bar :

http://www.masdoyok.co.cc/2009/08/design-blog.html

Dan Cari di Bawah Tulisan
Postingan dan Komentar

Makasih udah berkunjung di Gus Ikhwan

abeng beng /arjopedal mengatakan...

innalillahi wainalillahi roziun telah pulang satu lagi sosok pahalwan,sekaigus kaum cedikiawan bangsa ini selamat jalan bapak semoga engkau diterima disisiNYA

Asep sukarman mengatakan...

Kullu nafsin dzaiqotul maut, Innalillahi wainna ilaihi rojiun
selamat jalan "bapak bangsa" jasa-jasa mu kepada negeri tercinta ini akan selalu kami kenang

halocoy mengatakan...

selamat jalan Gus Dur, semoga senantiasa diterima disisi Allah SWT. Amin

fanny mengatakan...

met malam. met wiken

lee mengatakan...

Selamat Jalan GusDur...Tubuh boleh saja mati tapi semangat dan ilmumu tak lekang oleh waktu

Chan mengatakan...

mungkin klo Chan beda, Biarpun kehilangan tapi bersyukur juga. Akhirnya guru besar Islam yang bangga dengan Demokrasinya berkurang. Jadi Insyallah pengaruh ilmunya berkurang juga.

Selamat Jalan Gusdur!
Ayo siapa lagi guru besar Islam Demokrat yang mau nyusul lagi?

Posting Komentar