Tentang Perbedaan Yang Niscaya

Di sini tidak ada tendensi apapun. Apalagi kampanye trans gender. Hanya sekadar pengingat bagi sebuah bangsa yang telah lupa akan keniscayaan dan pentingnya persamaan atau egalitarianism. Sebuah bangsa yang dikuasai hegemoni mayoritas dengan membantai para marginal. Sebuah bangsa yang tak pantas menyebut dirinya MERDEKA, sementara ada sebagian rakyatnya yang terlunta, dipandang sebelah mata, 
dan diposisikan sebagai warga Negara nomor dua. 



Sama halnya dengan kita yang selalu mendambakan pengakuan dan kesederajatan, merekapun ingin dirinya benar-benar hidup di bumi pertiwi ini. Hidup sebagai manusia biasa, yang tidak dilecehkan dan disingkirkan hanya karena masalah ORIENTASI SEKSUAL.

Beda adalah niscaya. Lain adalah hukum alam. BIla Tuhan menghendaki, niscaya Dia akan menjadikannya satu umat saja. Namun, kita tak mengeahui, sedangkan Dia Maha Mengetahui. 



Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 2 Tanggapan... read them below or add one }

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

kadang ngesa jijik juga, tapi itulah jalan mereka.. saya bukannya mendukung, tapi setidaknya kita mesti harus bisa menghargai satu sama lain..
karena kita sama - sama manusia, dan kita juga sama - sama si pembuat keputusan..

Cyntiasari | Sharing Info mengatakan...

mungkin karena budaya Indonesia yang belum sepenuhnya menerima trans gender sebagai satu pilihan hidup.... ditambah lagi dengan mitos yang berkembang dimasyarat yang memebrikan citra buruk bagi para pelau trans gender, membuat mereka makin terpinggirkan...

makasih ya kak udah sharing :)

Posting Komentar