Tanpa Sinetron

Kuberanjak dari kamar, kaki melangkah tak lebih dari sepuluh ayun. Kulihat sinteron menyalak.

Pintu rumah kulewati, menjemput rumah tetangga. Kulihat sineron mengalun.

Aku pusing

Kuhentak pedal kuda berbau bensin, menyusuri jalan berliku demi berakhir di kediaman kawan. Kudengar pemain sinetron dibincang.

Kuhempas rasa malas demi kunjung ke alat penghidupan yang bernama kantor. Kudengar
suami si pemain sinetron dirumpi.

Aku hampir gila.

Kutemui kekasih, berbincang, rengekannya bagai adegan sinetron.

Kurindu Ia, kudatangi masjid, kudapati jamaah berperan sinetron.

Aku gila.

Kudatangi sebidang gelas datar, kuberdiri menghadapnya.

Masya Allah, kulihat sinetron.

Kuingat Guru. Dengan tertatih ku bersambung padanya. Lama aku bercengkerama.

Lama.

Akupun sadar.

Hanya ia yang menawarkan dunia tanpa sinetron. Tak ada pemain, tanpa laku sinetron.

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 13 Tanggapan... read them below or add one }

lina@happy family mengatakan...

Orang awam seperti saya terkadang ragu untuk mengartikan tulisan bermakna seindah ini...
Sinetron ini analogi untuk kepura2an yah?

endar mengatakan...

masih menebak-nebak makna dari tulisan ini..

insan mengatakan...

@Sobat Lina: hahaha,,,ngawur!kelebihan mba ach, hehe.
@Sobat endar: ya dikira2 aja sob, hehe

Kocak mengatakan...

Linknya udah nongkrong yah sob, kalo boleh ancur teksku ganti Kocak Blog yah.. Thanks

Anonim mengatakan...

Aku seharusnya mengenal apa itu yang namanya guru lantaran ku pun setuju bahwa dunia ini tak ubahnya bak sinetron. Naga-naganya, asyik juga tanpa sinteron. He heh...

SeNjA mengatakan...

keren bgt tulisan ini,perlu sedikit mengernyitkan kening setelah itu baru mengerti....


nice poem sob ^_^

sda mengatakan...

bagus banget, sangat mengena.
teruslah berkreasi!

narti mengatakan...

perlu menelaah lebih dulu, sangat bagus.
salut!

business online mengatakan...

Wah tengkyu udah di link nya,

Bisa mintak tulung tidak?
Anchur text nya ganti yak jadi : business online biar sedikit begaya xixixi
punyak kamu udah tak add ya , please check deh
salam sahabat

Clara mengatakan...

aku udah follow.

pertama baca, aku langsung mikir, ini ttg sinetron yang lagi booming di indo ya?
tapi rasanya bukan itu ya maksudnya? >.<

Insan Setia Nugraha mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Insan Setia Nugraha mengatakan...

@All: Trims atas atensinya...
Sukses selalu ya :-D

oema mengatakan...

wah..jadi inget teori Sigmund Freud yang gunung es.. ya, semuanya bertopeng, bukankah untuk diterima?

Posting Komentar