Hari Ini Aku Masuk Neraka

Jangan pernah kau bertanya padaku tentang secercah pelita atau cahaya berpijar

Karena sesungguhnya aku tengah hanyut dalam samudera gulita yang tak berdasar


Jangan pernah kau bertanya padaku tentang jalan lurus yang kan mengantarmu pulang

Karena sesungguhnya aku tengah terjebak dalam kesesatan nyata yang tak mungkin kau bayang


Jangan pernah kau bertanya padaku tentang awan putih atau cinta abadi

Bertanyalah padaku tentang kabut keabadian dan hawa benci

Bertanyalah padaku tentang sembilu yang selalu menyat hati para khianat, menggores semua jiwa terlunta

Bertanyalah padaku tentang angin malam yang selalu berhembus mehngantar sepi mencekam, sesal yang meradang.

Bertanyalah padaku tentang derita tanpa akhir, siksa tak berampun.

Karena hari ini aku berada di neraka. 


[Hari ini aku masuk neraka. Namun siapa tahu, besok lusa atau beberapa jam ke depan, Sang Ridwan akan mengirimiku sepucuk surat dengan perihal: Pemanggilan Calon Surga. Tanpa lampiran]

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 20 Tanggapan... read them below or add one }

akhatam mengatakan...

Wah So sweet puisinya.. keep blogging..

ateh75 mengatakan...

Masuk rumah baru dengan disambut puisi yg subhanallah ,indahnya...*_*

humaira mengatakan...

Hmm..puisi yg sarat makna .

nice poem.

-Gek- mengatakan...

suka rumah barunya, jauh lebih bersahabat!
Puisinya dalam, iya terkadang saya juga terlempar ke neraka 18, namun biarlah.. karena saya punya sayap, walaupun belum bisa terbang ke surga.. maka dari itu Angel on Earth tercipta. :)

(lah, kok panjang???)
*kabur*

minomino mengatakan...

keren! :)
wahwah...apa ngalor ngidul tanpa arti jg mengantar saya menuju neraka?
hmmm...
(waduh,mulai lg ngalor-ngidul) :p

Aditya's Blogsphere mengatakan...

makasih udah mau menjawab panggilan saia....makasih atas support nya.......makasih banyak....meski puisi hari ini sangat tajam tapi saia yakin itu adalah wujud inspirasi yang sangat indah...(hehe)

Rkeyla mengatakan...

Mantap puisinya sob
Seperti di neraka beneran hehehehe

¯`•.(¯`•.♥ღ♥◘♥Thu Hằng ♥◘♥ღ♥.•´¯).•´¯ mengatakan...

^^!

nuansa pena mengatakan...

Nerakanya didunia saja, surganya diakherat!

alkatro mengatakan...

selamat mas; karena anda sudah bisa membedakan antara surga dan neraka .. saya malah kadang bingung; sekarang ini saya sedang berada di surga apa di neraka.. he he

Ikutan Ngeblog mengatakan...

puisinya bagus banget..
semoga cepet nemukan kenikmatan surga..

SeNjA mengatakan...

aku harap,aku akan menerima undangan dari Sang Ridwan *_*

* selamat hari raya idul adha sahabat,
mohon maaf lahir dan bathien.
malam ini mendung begitu pekat dikotaku,semoga esok langit cerah hingga kita bisa melangkah menuju rumahNya dan berbagi dgn sesama... amienn..

Aditya's Blogsphere mengatakan...

mampir lagi nuh...kok lum update?met sore....

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

sembilu,,,, ohhhh!!!!

Galeri mengatakan...

Puisinya T.O.P BGT..... Keren abis...!!!

lina@happy family mengatakan...

Judulnya bikin merinding...

diar mengatakan...

Membaca judulnya, entah mengapa, sudah gemetaran

Bahasanya lugas

Tetapi pas, diakhir yang ada 'sang ridwan'-nya aku jadi ketawa. He heh...

setiakasih mengatakan...

Salam hormat...

bergetar hatiku membaca
mengingat betapa aku
kurangnya banyak
mohonku kepadaNya
agar Sang Ridhwan
menghantar surat panggilan calon syurga jua
ke hatiku

Amin

Nen's; mengatakan...

kembali terpesona pada hamparan kata di blog ini ^_^

nuansa pena mengatakan...

Aku tak bisa melupakan puisi yang indah ini!

Posting Komentar