Kontroversi Faith Freedom dan Pelajaran Darinya

Gelombang penolakan terhadap situs Faith Freedom terus berlangsung tak kunjung lelah. Bahkan bukan hanya dalam tataran wacana saja, aksinya sekarang lebih menjurus pada kegiatan operasional yang konkrit. Sewaktu saya blogwalking, ada beberapa blogger yang mensupport para hacker untuk meng-hack situs tersebut. Bagiku mereka seolah berkata: “Bila kalah bicara, ya bunuh saja lawan diskusinya.”

Apa yang menyebabkan sebagaian umat muslim ini begitu bencinya pada Faith Freedom? Tiada lain karena situs ini berisi tulisan-tulisan yang mengkritisi dan membantah pandangan mapan dalam Islam. Bahkan lebih jauh, situs ini juga berisikan ajakan untuk meninggalkan agama Islam. Ali Sina (nama samaran), pelopor

gerakan ini merupakan seorang ex muslim yang berasal dari Iran dan sekarang tinggal di Amerika. Di sana ia dan timnya mengelola yayasan yang bernama Faith Freedom International. Faith Freedom International atau yang disingkat FFI, mengklaim telah mengungkapkan fakta yang sebenarnya tentang Islam berdasarkan bukti-bukti ilmiah Islam. Walaupun organisasi ini ditujukan untuk mengkritisi semua agama, bahasan yang sering muncul adalah mengenai Islam.

Di sini saya tidak akan membahas gagasan-gagasan yang diusung Faith Freedom. Bagi sobat yang ingin mempelajari wacana tandingannya, sobat semua bisa mengunjungi http://answering-ff.org/ Di sana teman-teman muslim berkumpul dan mengeluarkan pendapat guna menyangkal wacana yang digulirkan Faith Freedom.

Melihat gelombang kebencian umat muslim terhadap situs ini, ada sisi lain yang bagi saya menarik. Kontoversi ini mengingatkan saya pada seseorang, yang dalam konteks ini menjadi persamaan dari tokoh Ali Sina namun dalam posisi yang berbeda. Ia sama-sama walk out dari agama warisannya, dan berakhir menjadi penghujat agama sebelumnya. Bila Ali Sina keluar dari Islam dan berakhir menjadi seorang agnostic (tidak memeluk agama apapun), sedangkan Hj. Irena Handono keluar dari Kristen, menanggalkan jubah biarawatinya, untuk berpindah agama menjadi Islam. Sekali lagi, mereka sama-sama menghujat habis agama sebelumnya.

Fenomena ini mengingatkan saya akan relativitas dalam hidup. Mengajarkan kita bahwa semua yang ada di bumi membutuhkan kontkes. Tidak bisa berdiri dengan sendirinya. Keberadaan “sesuatu” itu harus ada yang menafsir sehingga dapat benar-benar menjadi “sesuatu.” Keberadaan Hj. Irena Handono adalah pahlawan dalam pandangan sebagian umat muslim, namun pengkhianat nyata bagi umat nasrani. Ali Sina adalah kafir dalam pandangan umat muslim, berbarengan dengan itu, ia adalah penerima anugerah hidayah agung bagi sebagian umat nasrani. Mereka menjadi pahlawan sekaligus penjahat, tergantung pada siapa yang menafsir.


Relativitas adalah sebuah keniscayaan. Ia merupakan konsekuensi logis dari hidup. Kehidupan yang diisi oleh manusia-manusia yang memiliki karakter individual yang khas. Manusia-manusia yang memiliki kemampuan dan kebebasan dalam menafsir, namun sekaligus memiliki ambang batas yang tak dapat dilewati. Ambang batas inilah yang menjadi jawaban dari pertanyaan: Kenapa hidup ini tak mutlak, serba relatif?

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 31 Tanggapan... read them below or add one }

SeNjA mengatakan...

pertamaaxxx.....

SeNjA mengatakan...

Sampai mati ISLAM agamaku,...

terima ksh membaginya disini sob ^_^

alkatro mengatakan...

saya malah baru tahu dari anda.. keyakinan adalah masalah hati.. memang tidak bisa dipaksakan satu sama lain; hanya AlHakim yang berhak menentukan semua tentang kebenaran; nice post:)

-Gek- mengatakan...

Aduh.. semua agama saja..
Sebagai Bangsa Indonesia yang baik.. saya tetap menghormati pemeluk agama lain.

:)

Cheers.

ateh75 mengatakan...

Selain Situs Faith Fredoom mungkin yg harus dihack ,yaitu sebuah komik tentang rosulullah yang sangat merendahkan martabat agama islam ,komik ini dikemas oleh seorang blogger ,sungguh hancur hati ini ketika melihat dan membacanya ,linknya disini * http://komiknabimuhammad.blogspot.com/2009/08/muhammad-dan-zainab.html *

@ Silakan kang Insan dilihat linknya untuk meyakinkan kebenarannya...saya mendapatkan link tersebut dari teman .Haturnuhun.

NURA mengatakan...

salam sobat
wah parah dunia dan diakherat kalau keluar dari islam terus tidak beragama sama sekali.
seharusnya walaupun keluar dari agama yang dianut sebelumnya,,janganlah menghujat.

Timontius mengatakan...

Wah namanya musyrik nih , pantes aja para blogger sangat benci sama FFI

Galeri mengatakan...

Jika suka membaca, coba baca buku "Muhammad Sang Nabi" penulisnya (kalo tidak salah) Karen Amstrong. Beliau mantan biarawati dari Vatikan.

yans'dalamjeda' mengatakan...

Keyakinan yang awam menjadi terombang-ambing atas banyaknya perdebatan atas perbedaan soal keyakinan beragama. Hujatan atau penghinaan yang menyudutkan islam oleh pemeluknya sendiri, ex pemeluk islam, kafir telah membuat kita gusar. Masing2 dari mereka mengganggap apa yang diyakini adalah yang paling benar. lakum diinukum waliyadiin.

lina@happy family mengatakan...

Saya baru tau ttg Faith Freedom dan Ali Sina dari Sobat (ketinggalan kereta nih), kalau Ibu Irena Handono sudah lama. Ibu Irena membaca Al Ikhlas, dan semua pertanyaannya terjawab.
Salut deh dengan cara berpikir Sobat, masing2 pemeluk agama pasti menganggap ajaran agamanya itu paling benar, tapi itu bukan pembenaran untuk menghujat...

kelirirenk mengatakan...

Akhirnya kita harus kembali, sebagaimana Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku... Saling tidak mengusik satu sama lain, mempererat kerukunan tanpa harus saling nomor satu, Agama adalah tuntunan hidup untuk beribadah kepada Tuhannya dan menebarkan kebaikan kepada sesama makhluk

ateh75 mengatakan...

Wangsul deui ..penasaran ...kalo mau masuk kesini harus klik dulu pembuaka kaefiat tarekat,tarekat apa kang yg dijalani ?

Ritma mengatakan...

Bagaimana negara kita bisa tentram kalo masih terjadi perdebatan sosial antar agama...
buat sobat semua.. mari kita perkuat tali persatuan kesatuan kita... apa, siapa dan bagaimana mereka, qita tetap satu warga indonesia...
bhineka tunggal ika..

endar mengatakan...

kalau saya sekarang tidak akan berkunjung ke sana lagi. karena hanya akan membuat kebencian. seandainya tidak ada yang berkunjung ke sana pasti website tersebut akan tutup.

Sumber Belajar mengatakan...

Tentang FFI? Hahahaha.....sejak 2005 saya sudah join di forum itu...:))

Yah, itulah sifat dasar manusia yang sukar diredam : senang jika manusia lain menderita, baik secara fisik maupun secara mental. Senang menghujat kepercayaan lain yang tidak sejalan dengan dirinya. Semua tergantung dari kualitas pribadi masing2.

Ketika saya membuat thread disana (FFI), saya hanya menerima komentar yang sifatnya analisis logis tanpa ada sebuah katapun yang menghujat kepercayaan dan pribadi komentatornya. Jika ada yang menghujat komentator, langsung saya hapus komentarnya. Yah...saya ingin belajar, bukan berkelahi. tentu dengan mempelajari hal2 yang berseberangan dan kontroversial, akan mencetak keterbukaan pikiran dalam benak kita. Seperti sebuah syair lagu dari metalica, "Open mind for a different view, and nothing else metter".

Jika anda berkunjung di FFI atau yang versi Indonesia, bisa dilihat dari komentar2nya, siapa yang berpendidikan dan siapa yang hanya modal "ngeyel" doang. Seperti saya bilang diatas, tergantung dari kualitas berpikir masing2.

Menurut saya, jika semua topik kita diskusikan, pasti akan menambah pengetahuan peserta diskusi tersebut. Tetapi jika terjadi perdebatan disana, maka peranglah yang akan terjadi. Ini terjadi kepada beberapa mahasiswa dari malaysia peserta diskusi di FFI yang dibunuh oleh beberapa orang tak dikenal (tahun 2006).

Jujur, dari FFI tersebut saya mengambil kuliah lagi tentang Filosofi Islam, dan selama proses pembelajaran saya, saya menemukan banyak argumen di FFI yang ngawur, baik itu dari yang membenarkan maupun yang menyalahkan. Terus mana yang benar? Saya tidak bisa menjawabnya, hanya Tuhan penguasa alam semesta ini yang tahu dengan pasti.

So if u still a human beings, please stop attacking each others. When u still do that, or wanna do that, u're not a human, but just a barbarian, who love to kill each others even u'r mom since they're not on your way.

Back 2 your's. If u're not ready to discuss please stay at home and start study. Remember, study without think is a waste, but THINK WITHOUT STUDY IS A DANGEROUS....Remember that guys...

@ Galeri, Karen Amstrong juga menulis sebuah buku (saya lupa judulnya) yang dalam bukunya mengatakan bahwa Tuhan sekarang sudah tidak relevan lagi dengan pola kehidupan dan budaya modern manusia. Maka kita manusia perlu membuat Tuhan baru. Setujukah anda? Sebagai catatan, karena bukunya itulah dia dipecat dari kongergasi di vatikan.

Sebagai tambahan :
Ali Sina pernah dengan congkak mengatakan akan memberikan hadiah sekian ribu dollar (US) jika ada seseorang yang bisa menjawab beberapa pertanyaannya dan jika pertanyaannya tersebut sudah terjawab, maka situs FFI akan dia tutup.

Ada beberapa orang disana yang menanggapi pertanyan dia dengan jawaban :
"hanya Tuhan yang tahu, karena beliaulah (Tuhan) yang membuat kamu dan isi otakmu. Selama yang menjawab masih manusia lain, selamanya kamu akan menolak jawabannya."

Saya sangat setuju dengan jawaban diatas....

Salam buat semua, mari kita cerdaskan diri kita, lingkungan kita dengan terus belajar dan sadarlah bahwa perbedaan itu indah. Jika Tuhan tidak suka perbedaan, saya yakin Tuhan hanya akan menciptakan satu jenis organisme saja.

Sumber Belajar mengatakan...

Oya, link sudah saya pasang...makasih..:)

insan mengatakan...

@All: sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih untuk sobat semua yang telah memeberi apresiasi dan masukannya. ALhamdulillah, berkat sumbang saran dari sobat semua diskusi ini semakin kaya dan menarik. Memang itulah seharusnya. Suasana Dialog yang terbuka dan terlepas dari tekanan otoritas manapun akan menghasilkan "sesuatu" yang konstruktif.

@Galeri&Sumber Belajar: Setahu saya Karena Amstrong (maksud sobat penulis Muhammad Sang Nabi?) belum atau tidak memluk Islam. Memang ia mantan biarawati, tapi sepengetahuan saya, ia agnostik. Gimana Sumber Belajar??Benar gak?? (siapa saja, tolong revisi bila saya keliru)Memang benar, dalam bukunya, Muhammad Sang Nabi, ia sangat simpatik terhadap komunitas muslim sekaligus konsep ajaran Islamnya. Walau dalam isi buku itu tercampur antara fakta historis dengan legenda2/mitos yang hanya bisa dibenarkan dalam konteks ekslusifitas Islam.

Secara umum, tanggapan teman2 atas kontroversi FFI hampir sama: negatif. walau Sumber Belajar masih bisa mengambil sisi postif dari keberadaan FFI.
Pendapat saya hampir sama dengan Sumber Belajar. Walau secara prinsip saya sangat tidak setuju atas semangat keberagamaan yang diusung FFI, namun tetap saja kita harus menghormati kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Kecuali bila FFI melakukan kriminal. Itu lain saoal. Bila masih dalam tataran wacana menurut saya sih sah-sah saja. Saya sangat sepakat dengan kata-kata Gus Dur atas tanggapannya terkait gelombang kebencian umat muslim dunia yg mengecam habis Salman Rushdie karena novel kontroversialnya (The Satanic Verses). Gus Dur berkata: "Bagi yang ingin membaca novel itu silakan saja membaca sampai selesai. Kalaupun ada yg sampai murtad, itu orangnya saja yang pingin murtad." Lanjut beliau, "kemuliaan Rasul itu tak akan turun hanya dengan satu novel, sedangkan berjuta umat muslim memanjatkan shalawat bagi Beliau".
Hemat saya, biarkan saja merekeka eksis, kita dapat menjadikan mereka sebagai teman disuksi yg bersemangat. Bukankah petinju juga selalu memiliki sparing partner demi melatih kemampuan bertinjunya?

Bila ke Ali Sina hampir semua sobat memberi tanggapan, tapi kenapa ya tidak ada tanggapan terhadap Hj. Irena Handono (kecuali Lina @ happy family)??
Bukankah beliau juga sama denan Ali Sina namun dalam posisi berbeda???

about information mengatakan...

ahh pusing liat masalah agama. kennyataannya saling menyalahkan,yg ini bilang agama itu gak betul dan yg itu juga balas bilang agama ini yg gak betul,saling menyalahkan. lantas apa dengan alasan "udh loe yakini yg mana aza beress !!! "...apa kah dgn begitu abis perkaranya???...heheheh ternyata tidak bahkan berlanjut dgn perang.

pada dasarnya agama baik..mengajarkan cinta damai...saling menghormati,tidak saling membunuh...tapi apa yg mau dikata, manusialah yg membuat semua persepsi agama jadi beda.

bahkan sekarang bukan hanya antar agama yg bisa ribut....bahkan sesama pemeluk agama yg sama bisa terjadi perpecahan...ini fakta..ini realita...semoga semua bisa berpikir kembali.

ROe mengatakan...

InsyaAllah ane tetap Islam sampai Allah mencabut nyawa ini.

nice info.!

MUBAROK mengatakan...

ALLAHU AKBAR !!!

Hidup Mulia atau MAti Syahid

WoeL mengatakan...

ikutan baca postingannya ya

Galeri mengatakan...

Komen lg akh.
Kang Insan => Wah, saya belum baca karya Karen Amstrong dg buku barunya. Sayang akang lupa judulnya, ya. Setahu saya dia masuk Islam. Mungkin saya masih harus banyak baca nech. Terima kasih info nya. Sangat berharga.

Cara Membuat Blog mengatakan...

Saya malah baru tau soal ini, makasih infonya,
Sampai kapanpun agamaku tetep Islam, dan tetep Allah yang akan aku sembah!
dan saya akan tetep membela agamaku!
Cara Membuat Blog

Sumber Belajar mengatakan...

Wah2....makin rame aja nih....

FFI adalah salah satu forum diskusi (faktanya debat) online, masih banyak situs lain yang sejenis bahkan lebih ekstrim lagi.

Betul, Karen Amstrong memilih untuk menjadi agnostik secara pribadi. Dalam buku2nya dia memasukan ide2 dari berbagai kepercayaan (termasuk paganisme), tetapi dia tidak menyarankan pembacanya untuk ikut menjadi seperti dia. Itu hebatnya. Dengan susunan kata yang halus dia bisa meramu kritikan pedas menjadi angin sepoi2 sehingga pembacanya tidak sakit hati. Coba anda semua baca buku2nya.

Saya sepakat dengan pendapat about information diatas. Inti dari iman adalah cinta, pengharapan, dan yang paling penting adalah KEPASRAHAN kepada Sang Maha Bijaksana. Jika kita belum memiliki ketiga unsur diatas, kita hanyalah orang yang senang berkelompok saja. Nyaman jika kita punya teman banyak (walaupun kadang melakukan kesalahan fatal dan tidak sesuai dengan nurani kita).

Sekarang, orang yang mengaku siap menjadi martir untuk imannya hanyalah sikap keteguhan sementara. Maaf, mungkin saya salah karena saya kurang memahami, tetapi yang sering saya lihat begitu.

Banyak rohaniwan yang dengan pintar ngomong masalah anugerah di Surga jika kita melakukan kebaikan di bumi. Padahal dia sendiri banyak melakukan kesalahan yang disengaja (dengan dalih LALAI). Contoh,
- Pantaskah kita ngomong anugerah di Surga jika kita tidak segera mengganti lampu sign kendaraan kita yang mati? Karena mungkin akan ada seseorang yang celaka karena kelalaian kita yang disengaja ini? Oh...tidak disengaja, tapi kita hanya lupa....dan ketika kita ingat kita ngomong "nanti aja ah nggantinya, males ngantri di bengkel...", "belum ada uang ah...nanti abis gajian aja....", dan akhirnya kita Lupa....sebuah lupa yang disengaja....

Tanggapan saya untuk para calon martir :
Bagus, saya sangat menghargai ide anda, tapi menurut saya baik dan tepat jika kita mau menjadi martir bagi diri kita sendiri, tanpa membunuh lawan kita, tapi siap dibunuh tanpa perlawanan. Terlihat bodoh ya? memang tapi itulah yang dilakukan para nabi dulu....

Sumber Belajar mengatakan...

Oya, sobat bertanya tentang buku referensi, ini list buku saran saya :
1. Modul Penataran P4 Republik Indonesia.
2. Buku Pelajaran PKN dan Sosiologi.
3. Kitab Suci masing2.

Jika sudah paham itu semua baca lagi :
4. Lepas Dari Belenggu Harapan (Krishnamurti).
5. Awareness (Anthony de Mello).
6. Doa Sang Katak (Anthony de Mello).
7. Novel dari Paulo Coelho.
8. Buku2 karangan Jean Paul Satre.
9. Sedikit buku2 psikologi dan logika matematika.

Jika sudah, baca buku2 ekstrim berikut :
10. The Prophet of Doom ( Buku dari FFI ).
11. Barnabass Bible. (buku ini susah mencarinya).
12. Satanic Bible (Anton S. Lavey).
13. Teologi Pembebasan (saya lupa pengarangnya).

Mungkin ada tambahan dari saudara?

Ikutan Ngeblog mengatakan...

aku akan tetep membela agama Allah.
Allah Huakbar

about information mengatakan...

halahh...sayang sekali koq banyak komentar jungkis..heheheh betul betul tidak memahami suatu artikel.ada beberapa blogger yg nice comment seperti : "sumber belajar" dll. sayang sekali masih banyak yg tidak bisa membedakan mana itu forum diskusi dan mana yg menghujat.

memang semua juga punya rasa ingin berjuang mati2an untuk agamanya termasuk aku juga.tapi pikirkan lagi donk caranya itu,tindakan yg diambil itu..dll. bukan hanya sebatas ngomong "aku siap mati buat agamaku"..lantas apa yg kamu ingin korbankan demi agamamu??,apakah dengan azas karena gue agama anu??,atau hanya ikutan trend bela mati agamaku walaupun sebenarnya tidak tau apa makna pengorbananku dan tujuan mulia sebenarnya ^_^

dibawah ini gambaran singkat saja....mohon jgn ada yg tersinggung :

1). bila gue agama hindu,dan gue benar2 memahami isi kitab suci weda...pastinya gue tidak akan menghujat yg lainnya,aku selalu akan bertindak sesuai dengan apa yg diajarkan kitab suci yg saya pegang ^_^

2). bila gue agama buddha,dan gue bener2 memahami isi kitab tripitaka...pastinya gue tidak akan menghujat yg lainnya juga,aku selalu akan bertindak sesuai dengan apa yg diajarkan kitab suci yg saya pegang ^_^

3). bila gue agama kristen(protestan), dan gue bener2 memahami isi alkitab...pastinya gue tidak akan menghujat yg lainnya juga,aku akan selalu bertindak sesuai dengan apa yg diajarkan kitab suci yg saya pegang (berlaku bagi yg khatolik juga) ^_^.

4). bila gue beragama islam, dan gue bener2 memahami isi al-quran..pastinya gue akan bertindak sesuai dengan isi kitab suci al-quran...tidak akan sembarang menghujat apalagi sampai membunuh ^_^


coba bongkar semua kitab suci ke lima agama di indonesia,mana ada yg isi kitab sucinya yg bilang kitab suci agama yg ini salah..yg itu gak bener...yg anu salah besar...yg ada manusianya yg menjalani itu yg mengklaim yg itu salah yg ini gak betul dan yg anu sesat.^_^

dan kemudian tiba2 muncul sekelompok orang (oknum) yg menghujat agama sesuatu....nahh bisa kalian pikirkan dgn akal sehat....berarti ini sekelompok orang (oknum) pasti tidak punya agama alias pengikut setan....udh pasti niatnya menghasut orang-orang yg beriman(beragama).masa kita yg katanya selalu membaca kitab suci masing2, masih mau terhasut dgn godaan setan yg terwujud melalui sekelompok org (oknum) yg sering berakhir dengan perang agama,wkwkwkk mirip star wars kali yaaaa????????....heheheh

insanitis37 mengatakan...

@About information: sepakat, sepakat!!
Saya percaya kitab suci manapun tak ada yang mengajarkan kebiadaban dan penistaan terhadap yang lain. Cuma saya juga percaya bahwa teks agama bisa dibaca dan akhirnya ditafsirkan menurut selera sang penafsir. yang pada aklhirnya kitab suci seolah bisa menjadi legitimasi atas perbuatan biadabnya.
Teks itu bagaikan cermin. Siapa saja bisa berkaca dan mendapatkan wajahnya berada di sana. Karena kebodohannya, akhirnya ia mengklaim bahwa hanya bayangan wajahnya yang berada di sana. tak ada tempat sedikitpun bagi wajah2 yg lain.

Tentang diskusi/dialog, Saat ini kita sangat membutuhkan ruang dialog yg sehat dan bebas. Sehat artinya mengedepankan akal sehat di atas nafsu. Mendahulukan adab (akhlak) daripada keinginan me-refresi. Dan bebas ialah lepas dari kekuatan otoritatif manapun. Merdeka dari tekanan superioritas apapun...
Good input sob...

Sumber Belajar mengatakan...

Ya sebenarnya FFI ini seperti generasi dari Crussader. Banyak dogma yang dilencengkan oleh masing2 pihak untuk membangun kekuatan kelompoknya dan menyingkirkan kelompok lain. Masing2 puhak melakukan hal ini, jadi bukan hanya salah satu saja. Ini perang mereka, bukan perang kita. Lho kok saya jadi ngomong begitu? Iya, kalau kita belajar sejarahnya, kita bisa memahami essensi dari padanya.

Seperti komentar saya diatas, saya merekomendasikan beberapa buku untuk dibaca. Coba semua membaca dulu, tentu ada buku2 lain atau sumber lain yang bisa digunakan sebagai tambahan pengetahuan. Jika sudah membaca, jangan sok tahu dulu....renungkan, apakah apa yang selama ini saya ketahui sudah benar? Jika belum, cari referensi lagi dan renungkan kembali. Dan biasanya kalau kita sudah agak "terpelajar", kita memilih untuk diam dan menanggapi komentar lain dengan kata "tahu apa kamu?".

Saya kembali sepakat dengan pendapat about information, bahwa pembelaan terhadap agamanya adalah sesuatu yang suangaaaaaaaaat beesssoooaaaarrrrr...... Kita hanyalah kutu busuk kecil di alam semesta, dan Tuhan adalah penciptanya. Mau membela apa???????

Bagi yang sering berkunjung di FFI pasti sudah bisa menebak sebenarnya gerakan apa ini....jadi saya pikir anda semua sudah cerdas untuk memilih dan menentukan pengetahuan apa yang masuk kedalam benak anda semua. Coba pelajari kembali tentang Freemason dan pergerakannya di dunia. Mungkin kita semua akan segera sadar, dan sebenarnya tidak ada gunanya kita ber-emosi ria.

Antar singa berkelahi karena rebutan makana, Hyena juga hanya mencuru makanan, Burung bangkai juga hanya berebut makanan...lha manusia?????? Membunuh manusia lainnya karena kepercayaan?????? Ini lepas dari essensi hidup. Seharusnya kita mungkin (yang katanya lebih beradab dari binatang) berpikir bagaimana cara mendistribusikan "makanan" agar tidak berebut.


Tetapi saya bangga juga bahwa didunia modern ini ada orang yang bersedia untuk menjadi martir bagi imannya, salut.... Semoga keberkahan spiritual anda melimpah di tengah himpitan dunia materialistis ini.... Dan saya kira anda semua pasti sudah mengalami sebuah atau berbuah-buah pengalaman spiritual yang handal.... Mbok coba dibagikan kepada kita semua sehingga saya yang bebal ini "tercerahkan"...heheheheh..

Oya pertanyaan ttg readmore sudah saya jawab disini.

diar mengatakan...

Wah! Informasi yang menarik nih. Aku baru tahu.

Artikelnya bagus kawan. Analitik.

goobloggers mengatakan...

FFI ditutup? dihack???? please deh... :)

Ya kalau memang belum cukum bekal, jangan baca artikel atau coba2 join di forum ekstrim kaya gitu....ya begini nih responya...

saya sepakat dengan anda, berpikir terbuka adalah kunci untuk memahami sesama. Saling belajar, bertukar pikiran dan saling mengingatkan.

Perkenalan dari sebuah blog baru yang mencoba berpikir tentang dunia secara subjektif. Mohon kritik dan sarannya. Senang jika teman2 juga diajak untuk berkunjung dan berlatih berpikir bersama.

Makasih.

Posting Komentar