Tipikal Ikhwan Manakah Anda?

Dengan tidak bermaksud menyederhanakan bahkan mendistorsi penghayatan seorang ikhwan terhadap tarekat kita, namun saya menemukan tiga tipikal umum ikhwan dalam menyikapi tarekatnya:

  1. Segolongan ikhwan yang memposisikan tarekat seperti kajian filsafat/pemikiran. Golongan ini berkonsen pada laku hidup dengan "agak" mengenyampingkan laku amaliyah. Karena bagi mereka laku amaliyah itu hanyalah sebatas riyadhoh atau latihan agar murid mencapai kesempurnaan akhlak dan iman. Mereka berfokus pada isi dengan sedikit mengabaikan kulit. Umumnya mereka lebih senang berdiskusi ttg 'cara/pandangan hidup' daripada melakukan amaliyah. Seakan-akan makrifat hanya dapat dicapai dengan pemikiran dan pemahaman yang benar.
  2. Segolongan ikhwan yang memposisikan tarekat seperti madzhab fiqh. Tarekat adalah amalan, dzikr tertentu. Central mereka adalah ibadah maghdoh/amaliyah.Ritual ya ritual. Titik. Bagi mereka tujuan amaliyah itu ya amaliyah!mereka senang sekali berdebat ttg masalah fiqh. Yang mereka fokuskan adalah argumen-argumen agama ttg dzikr, manakib, dll. Laku amaliyah lebih menonjol daripada laku hidup. Fiqh oriented
  3. Golongan jalur tengah. Mereka menganggap penting laku amaliyah dengan tidak mengabaikan laku hidup. Mereka sadar bahwa sikap/pemikiran/pandangan hidup yang benar dapat dicapai dengan istiqomah dalam ibadah. Jadi, laku amaliyah mereka terarah. Arahnya yaitu 'kebenaran hidup'.. Mereka dapat melihat harmonisasi antara laku amaliyah (dzikr, khotaman, manakiban, shalat,shalawat dll) dengan tanbih. Mereka berpikiran bahwa tarekat ya tarekat. Sama sekali bukan kelas filsafat yang mengandalkan pemikiran. Juga bukan sebuah mazhab fiqh yang fiqh oriented. Mereka mengambil kulit dan isi sekaligus!

Nah sekarang, anda termasuk gologan yang mana???

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 1 Tanggapan... read them below or add one }

eNeS mengatakan...

Kalo saya pasti milih jalan-jalan, hehe... Maksudnya jalan syirathalmustaqim, jalan kebenaran. Laa syarkiah walaa gharbiyah. Laa sunnah walaa syiah. Pokokna mah Islam weh, hehe...

Good post sob...

Oya sob, kok Readmorenya gak dipecah. Coba pecah dua tulisannya. Pan aya caranya di SC.

Posting Komentar