Rindu

Saat rindu menyergap, cinta menyesakkan, semuanya terlihat gelap, gulita.

Hanya kesadaran tentangmu yang menguasai seluruh tingkatan alam.

Tak terasa hati berdarah, perih yang terasa.

Nadi berhenti berdenyut, jantung perlahan mulai tak berdetak.

Hanya namamu yang bergerak menguasai setiap bagian relung hati.

Oh kasih, anggur apa yang kau tenggakkan untukku? Sehingga aku mabuk kepayang tak berdaya di hadapan singgasanamu yang teramat megah.

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 1 Tanggapan... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

Bulu kudukku meremang membacanya. Aku pun menggigil. Puisi ini klik dengan apa yang hatiku rasakan

Posting Komentar