Makna Simbloik 17-8-45

>> 17: Adalah suatu angka yang harus dijaga, dipelihara dan diperhatikan oleh semua pemeluk agama Islam. Ia adalah angka keramat. Apabila ia berdiri maka kokohlah bangunan agama, karena ia merupakan pondasi. Ialah pembeda antara muslim dengan kafir. Angka ini haruslah bulat, tak boleh kurang ataupun lebih. Ia adalah jumlah rakaan shalat wajib dalam satu hari satu malam.

17 terdiri dari dua angka yang saling melengkapi. Ia tak boleh bercerai karena apabila angka yang satu dengan yang lainnya berdiri sendiri, maka hilanglah makna “tujuh belas”. Yang ada hanya angka satu, dan tujuh. Satu melengkapi yang tujuh, begitu juga sebaliknya.

1 menunjuk pada Allah yang mustahil dua atau nol. Satu adalah wajib bagiNya. Ia lah Yang Maha Ada dan Berdiri Sendiri.

Sedangkan 7 merupakan simbol dari makhluknya, manusia. Manusia memiliki latifah yang dalam bahasa lokalnya “lelembutan”. Para ulama membagi lagi kesepuluh latifah ini menjadi dua golongan atau kelompok, yang disebut dengan Alamul Amri dan Alamul Kholi. Alamul Amri terdiri dari lima latifah, yaitu : Latifatul Qolbi, Latiatul Ruh, Latifatul Sirri, Latifatul Khofi, dan Latifatul Akhfa. Sedangkan kelompok kedua yaitu Alamul Kholi terdiri dari lima latifah, yaitu : Air, Tanah, Api, Angin, dan Latifatul Nafsi. Anasir yang empat (air, tanah, api, dan angin) berkumpul bersama menjadi satu latifah yang disebut dengan Latifatul Qolab. Kalau diakumulasikan, latifah yang ada dalam diri manusia itu berjumlah 7 latifah.

Seperti halnya 7 yang membutuhkan 1 agar bulat menjadi 17, maka manusiapun sempurna hanya tatkala ia memiliki ketersambungan dengan Yang Maha Satu. Agar memiliki ketersambungan itu maka yang tujuh harus diisi oleh yang Satu. Karena itulah kita melakukan dzikir zahar dan khofi—sesuai dengan petunjuk Guru Agung, qsa--yang fungsinya mengisi tujuh latifah kita dengan dzikrulloh.

>> 8 merupakan symbol dari keseimbangan, balancing. Lihat saja bentuk angkanya yang strukturnya seimbang. Bagian bawah dan atas berstruktur sama.

Jumlah waktu sehari semalam yang kita miliki adalah 24 jam. 24 dibagi 3 sama dengan 8. Imam Al-Ghazali, ra mengatakan bahwa seyogyanya manusia membagi waktunya menjadi 3 bagian. 8 jam untuk beribadah, 8 jam kedua untuk bekerja, dan 8 jam terakhir digunanakan untuk istirahat. Apabila pola hidup kita seimbang, maka seimbang pulalah diri kita karena semua kebutuhan diri kita, baik itu materil juga mental-spiritual, dapat terpenuhi secara proporsional.

>> Angka 45 terdiri dari dua angka: 4 dan 5.

Iman, Islam, dan Ikhsan hanya dapat sempurna apabila telah terpenuhinya yang 4, yaitu; Syariat, Thariqat, Hakikat, dan berakhir di puncak Makrifat. Inilah yang disebut kaffah. Beragamalah secara kaffah yaitu terintegrasinya yang 4 ini dalam diri seorang mukmin. Islam kaffah bukanlah berarti memformalisasikan syariat Islam dalam sebuah Negara atau berkibarnya bendera islam. Karena syariat itu berdiri bukanlah dalam sebuah bangsa tetapi dalam sikap dan perlaku umat muslim. Dan tempat tertancap dan berkibarnya bendera Laa Ilaaha Illalaah hanya dalam hati seorang mukmin yang ditancapkan oleh seorang ahli dzikir. Ia lah Syekh Mursyid Sang Pewaris Nabi.

Sedangkan 5 merupakan jumlah pondasi dasar agama Islam. Dengan terpenuhinya yang 5 ini maka kuatlah pondasi agama kita. Karena hanya dengan kekuatan pondasi ini lah bangunan iman dan ikhsan yang agung dapat tewujud.

Ia lah rukun Islam.

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 0 Tanggapan... read them below or add one }

Posting Komentar