Latifah

Para ulama tassawuf menyatakan bahwa diri manusia itu disusun oleh latifah-latifah yang berjumlah sepuluh. Para ulama membagi lagi kesepuluh latifah ini menjadi dua golongan atau kelompok, yang disebut dengan Alamul Amri dan Alamul Kholi.

Alamul Amri terdiri dari lima latifah, yaitu : Latifatul Qolbi, Latiatul Ruh, Latifatul Sirri, Latifatul Khofi, dan Latifatul Akhfa. Sedangkan kelompok kedua yaitu Alamul Kholi terdiri dari lima latifah, yaitu : Air, Tanah, Api, Angin, dan Latifatul Nafsi. Anasir yang empat (air, tanah, api, dan angin) berkumpul bersama menjadi satu latifah yang disebut dengan Latifatul Qolab. Kalau diakumulasikan, latifah yang ada dalam tubuh manusia itu berjumlah 7 latifah, yaitu Alamul Amri, Latifatul Qolab, dan Latifatul Nafsi.


Latifatul Qolbi. Latifah ini bertempat di sebelah bawah payudara kiri yang berjarak kira-kira dua jari. Nafsu yang bersemayam dalam latifah ini berjumlah 7 nafsu yang disebut juga dengan Nafsu Lawamah, yaitu: Membunuh atau merusak, mengumpat, haus akan pujian, tak berperasaan, bohong, menyepelekan kewajiban, dan kabitaan (selalu menginginkan apa yang orang lain miliki). Kesimpulannya, latifatul qolbi ini disemayami nafsu yang negatif dan destuktif. Apabila Anda ingin menghancurkan orang lain yang berbeda paham dengan Anda, selalu ingin meiliki apa yang orang lain capai atau miliki, memfitnah, selalu ingin dipuji alias riya, meninggalkan shalat fardhu, maka ini merupakan indikator bahwa nafsu lawamah yang bersemayam dalam latifatul qolbi sedang mendominasi diri Anda.

Latifatur Ruh. Latifah ini bertempat di sebelah bawah payudara kanan yang berjarak kira-kira dua jari (tepat bersampingan dengan latifatul qolbi). Nafsu yang bersemayan dalam latifah ini adalah Nafsu Mulhimah yang berjumlah 7 nafsu, yaitu: Suka memberi, qona’ah, manis budi (ramah), merendah (tidak merasa paling tinggi atau mulia), insyaf, sabar, dan kuat dalam menahan penderitaan atau cobaan. Latifatur Ruh ini bersifat postif. Apabila Anda selalu merasa ingin memberi kepada orang yang membutuhkan, berarti ini didorong oleh nafsu mulhimah yang berada di Latifatur Ruh.

Latifatus Sirri. Bertempat di sebelah atas payudara kiri. Dalam latifah ini berisi Nafsu Mumainnah yang berjumlah 6: Baik hati kepada sesama makhluk, tawakal, gemar ibadah, bersyukur, ridho, dan takut melanggar aturan. Apabila di negara kita ini banyak sekali pelanggar aturan, mulai dari aturan lalu lintas sampai hukum pidana maka ini menunjukkan kalau masyarakat kita (para pelanggar itu) tidak menghidupkan nafsu mutmainnah dalam dirinya. Justru sebaliknya, yang bercahaya itu adalah nafsu lawammah nya.

Latifatul Khoffi. Tempatnya ada di atas payudara sebelah kanan yang berjarak kira-kira dua jarian. Yang mengisi latifah ini adalah Nafsu Mardiyah (Rodhiyah), yang terdiri dari 7 bala tentara: Berbudi luhur, meninggalkan semua perkara yang bukan berasal dari Allah, welas asih kepada sesama makhluk, siap dan selalu membawa pada kebaikan, lapang dada dalam memaafkan salah dan dosa orang lain, menyayangi dan mencintai kepada semua manusia, sangat tahu terima kasih. Melihat dari nafsu ini maka nama Mardiyah untuk orang merupakan salah satu nama yang bagus karena bersisi kecenderungan ke arah yang sangat baik. Jadi setelah ini, jangan lagi mengejek pada orang yang bernama Mardiyah!

Latifatul Akhfa. Latifah ini bertempat di tengah-tengah dada dengan diisi oleh Nafsu Mardliyyah, tepatnya kesempurnaan dan memiliki 3 shohib, yaitu: Ilmu yaqin (yakin tahunya). Kedudukannya fana lil-af’al, dan pandangannya laa ma’buda illallah. Yang kedua adalah ‘Ainul Yaqin (nyata tahunya). Kedudukannya fana fis-sifat, pandangannya laa maqsuda ilallah. Yang terakhir adalah Haqqul Yaqin (sangat tahunya). Pangkatnya fana fidz-dzat, pandangannya laa maujuda ilallah.

Latifatun Nafsyi. Bertempat di antara dua alis. Latifah ini diduduki oleh Nafsu Amarah yang terdiri dari 7 pasukan: Kikir atau pelit, hasud, bodoh, sombong atau merasa paling benar dan paling mulia, serakah, syahwat, dan rasa marah. Sama halnya dengan nafsu lawammah, nafsu amarah ini harus kita redam kalau bisa kita lumpuhkan dengan dzikir zahar (keras).

Yang terakhir adalah Latifatul Q0olab. Dalam latifah ini berisi Nafsu Kamilah. Nafsu kamilah tidak mempunyai teman atau tentara seperti nafsu-nafsu yang lain karena terdiri dari empat anasir: Cahayannya air yaitu putih (inti air); Cahayanya angin yaitu kuning (inti angin); Cahayanya api yaitu merah (inti api); dan cahayanya tanah yaitu hitam (inti bumi).

Nafsu kamilah ini adalah nafsu yang telah sempurna, telah jadi tabiat yang tetap dalam hati sampai bisa beranjak naik ke tingkatan yang lebih sempurna lagi dan istiqamah alam ibadah bersamaan dengan memberikan jalan serta dapat menerangi dan menyempurnakan orang lain yang belum sempurna. Maqam nya disebut dengan Tajalli asma wassiat. Selamanya tetap tak pernah putus barang sekejap taarub kepada Allah Swt dan manusia seperti ini bergelar Insan Kamil Mukammil. Semoga kita dapat menduduki maqam ini. Amiin.

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 3 Tanggapan... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

salam.

dari manakah saudara dapatkan semua di atas ini.atau dr kitab mana.macamana pula kedudukan makam kullu jasad di bhg pusat. terima kasih. wallahualam.

insanitis37 mengatakan...

Salam ikhwan...Saya dapatkan dari salah satu kitab yang dikeluarkan Pondok PEsantren Suryalaya Indonesia. Biar saya tidak salah kutip judul buku dan nama penulis, saya akan cantumkan nanti setelah saya memriksa kembali sumber asli...BIla berkenan, mohon tinggalakan alamat blog atau email agar saya dapat memberitahukan kepada saudara. Terima kasih

Agus Yuwanto mengatakan...

salam,
Bagaimana hubungan anasir yg ada dlm tubuh manusia dg yg di luar tubuh manusia. Mohon bs bantu penjelasannya. Mkasih.
ayuwanto@gmail.com

Posting Komentar