Kontroversi Maria “Miyabi” Ozawa

Kemarin Noordin. Saat ini Maria “Miyabi” Ozawa . Yang pertama bintang satu ideolog militan. Selanjutnya top up porno star. Yang awal dan belakangan sama-sama menggempakan seluruh media. Dan tentu saja penonton, pendengar dan pembacanya mendapatkan dampak langsungnya. Sialnya, hampir seluruh penduduk negeri ini kecanduan layanan ekstase media (termasuk saya, hehe). Walhasil, ia pun menggempakan hampir seluruh masyarakat.

Tak seperti mendiang Noordin yang disikapi secara hampir seragam di permukaan: laknat, kasus rencana kedatangan Artis ‘hot’ Jepang ke Indonesia ini menyuguhkan pro-kontra yang tajam belati. Kubu anti-Miyabi ketakutan sekaligus menakuti dengan bahasa moral, sedangkan mereka yang pro-Miyabi menyandarkan diri pada hukum dan kebebasan berekspresi. Golongan pertama yakin kedatangan Ozawa akan berdampak negative terhadap moral generasi bangsa. Kelompok kedua mengindahkan hukum dan menghargai kebebasan serta merayakan kreatifitas para seniman. Walau ada juga kaum “moralis” yang mempersilakan artis peranakan Jepang-Kanada itu datang ke Indonesia. Ia lah Sang Ustadz “infaq” Yusuf Mansyur. Ia bertekad akan menceramahi, mengajak Maria Ozawa “kembali ke jalan yang benar” (Kami segenap Keluarga besar insan-bait mendoakan moga saja Miyabi jadi rajin shodaqoh, hehe…).

Saya pribadi—lepas dari pengaruh dan taklid kepada orang lain (jadi besar kemungkinan keliru) setuju-setuju saja bila Maria Ozawa datang ke Indonesia untuk kepentingan film Menculik Miyabi. Kenapa tuh? Suka ya? Suka gak suka itu personal lho,,,Alasan utamanya sederhana saja. Saya takut apabila Miyabi dicekal kedatangannya ke Indonesia akan memancing kecemburuan para koruptor bangsa. Saya takut para koruptor itu berdemo dengan tuntutan: “Kenapa Miyabi yang statusnya masih: bakal-calon-potensi merusak moral bangsa saja dihalangi masuk Indonesia, sedangkan kami yang telah aktual, terang benderang merugikan Negara secara konkrit masih diperblehkan hidup, beranak-cucu, dan sesekali berpelesiran di negeri ini? Ini tidak adil. Keluarkan kami juga dari Indonesia”. Wah, kalau itu terjadi masalah akan tambah runyam, lo!

Kalau menuruti nafsu belaka saya juga emoh Miyabi datang ke Indonesia. Gak guna. Ya buat apa??? Di film Menculik Miyabi pasti ia tak beradegan “hot” seperti biasanya. Ia pasti berbusana lengkap. Bukankah daya jual Miyabi itu ada dalam telanjang dan adegan senggamanya? Mending tetap di Jepang saja main film gituan, entar DVD nya kita tonton rame-rame di sini. Sekali lagi. Itu kalau nurutin nafsu!

J
ADI INTI KOMENTAR SAYA TERHADAP KOTROVERSI "MIYABI" INI IALAH : “SAH-SAH SAJA MIYABI MASUK INDONESIA.JANGANKAN MASUK INDONESIA YANG NOTABENE MILIK PUBLIK, MASUK ISLAM SAJA GAK ADA YANG BERANI NGELARANG KAN???”

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 1 Tanggapan... read them below or add one }

Galeri mengatakan...

Dg kata lain, sebagian masyarakat Indonesia mengharamkan kedatangan Miyabi. Aneh...!! Malah memperburuk citra agama Islam. Islam itu bukan hakim yang menentukan seseorang haram atau tidak. Sy tdk mengenal Miyabi, tp tdk setuju kita menghujat dia sedemikian rupa. Bkn hanya Miyabi, tp mgkn yg lainnya akan takut untuk dtg ke Indonesia. Sy sbg org Muslim, sangat menyesalkan tindakan mereka. Pdhl sapa tau, dgn kedatangannya ke Indonesia, dia mendapat hidayah. Kan mungkin saja.

Posting Komentar