Klub Poligami Global Ikhwan; Satu Lagi Teror Dari Malaysia?



Tersebutlah seorang laki-laki warga Malaysia. Ia melancong ke Indonesia bukan sekadar menjadi turis semata. Berbeda dengan para pelancong lainnya yang menghabiskan waktu dengan beristirahat santai, ia bersusah payah merakit bom dan mengumpulkan pengikut. Saat turis lain berkeliling ria memanjakan mata, ia malah lari kabur-kaburan dari aparat Negara. Umumnya turis lain ketika pulang membawakan oleh-oleh cendera mata bagi keluarganya. sedangkan ia—lagi-lagi berbeda—menghadiahi keluarga dengan jasadnya sendiri. Laki-laki itu bernama Noordin M Top. Warga Malaysia.

Di Bandung, tepatnya di Kota Cimahi berdirilah sebuh klub atau perkumpulan. Layaknya klub-klub yang lain, klub inipun didirikan berdasarkan minat dan ketertarikan bersama para anggota. Sejauh ini tak ada yang aneh dan “masalah”. Namun ketika Anda menanyakan lebih jauh perihal minat dan kegemaran apa yang menjadi landasan didirkannya klub tersebut, siap-siaplah Anda ternganga. Anda ternganga karena sesuatu itu bagi kita, warga Indonesia, yang memiliki undang-undang Negara tentang perkawinan, tak lazim. Klub ini didirikan atas minat dan pernyataan sikap pro poligami. Dan kebetulan sekali “ketaklaziman” itu kembali lagi menyangkut dengan Negara tetangga: Malaysia. Apabila Noordin adalah pelancong tak biasa, maka Global Ikhwan dari Malaysia merupakan klub nyeleneh.

Selain asal Negara, ada satu lagi kesamaan di antara keduanya. Mereka sama-sama menebar ketakutan, menyebarkan terror. Sang pendahulu lebih menakut-nakuti para warga asing dengan bom rakitan, sedangkan yang belakangan berhasil membikin takut ibu-ibu rumah tangga dengan ide poligami. Noordin mengancam keselamatan dan nyawa, Global Ikhwan mengancam keutuhan rumah tangga. Keduanya sama-sama menakutkan.

Namun bagaimanapun Alhamdulillah, yang pertama boleh dikatakan selesai, paling tidak dapat rehat sementara. Sekarang tinggal yang kedua, Klub Poligami. Apabila kita membahas hal ini secara hukum agama atau fiqih, maka saya jamin diskusi tak akan pernah selesai. Setiap pembela ide memilliki argument dan landasan teks-historis masing-masing. Semuanya mendaku yang paling benar dan menyalahkan yang liyan. Maka dari itu, dalam sisi agama ini lebih baik kita kemballikan saja kepada Allah dan Rasulnya. Kelak!!!Bukan sekarang!!! Biarlah kebenaran menjadi misteri, karena ada hal lain yang butuh diselesaikan saat ini juga. Ialah Kebajikan.

Bagi saya, klub poligami—yang secara body language berusaha “melazimkan” praktek berisitri lebih dari satu—tidak relevan dalam konteks Indonesia. Mungkin saja itu relevan bila diterapkan di negaranya: Malaysia. Jauh-jauh hari, Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur tentang masalah perkawinan ini (UU No 1 Tahun 1974). Di dalamnya termaktub bahwa pernikahan menganut asas monogami atau beristri hanya satu (LIhat Pasal 3). Kalaupun terjadi poligami itu harus dikarenakan adanya sesuatu keakwajaran dalam rumah tangga. Pun, itupun harus diizinkan oleh istri dan dikabulkan oleh pengadilan. Jadi poligami bukanlah suatu kebolehan yang longgar, namun pintu darurat yang hanya boleh dilewati bila taruhannya adalah keselamatan.

Saya pribadi, tak akan banyak menyoal masalah ini dalam tataran wacana, baik itu secara hukum positif, terlebih fiqih. Saya hanya ber-laku sesuai dengan yang saya yakini. Keyakinan yang mendapat dukungan moril dari Guru: “LACURNYA AJENGAN (ORANG YANG PAHAM AGAMA) ADALAH NYANDUNG (BERISTRI DUA).

Ada yang mau ngikut??? 

***Gambar dari http://www.bangkapos.com/

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 5 Tanggapan... read them below or add one }

Ra a.k.a Akira a.ka. Anundra mengatakan...

menarik nih... :)

Anonim mengatakan...

Tutur bahasanya keren deh. He heh...

Sepertinya begitu. Maka kuputuskan, aku pun bakalan menjadi: Pemuja Satu Wanita.

islamarket.net mengatakan...

Silakan Download Dialog Poligami Bersama ust. Halawi di Radio Rama

http://www.ziddu.com/download/7815878/ligamiBersamaUst.HalawidiRadioRama-islamarket.net-.mp3.html

Anonim mengatakan...

Sotoy udah pinter sekolah sotoy.....Kalo klub poligami dimusuhin klup arisan brondong, Play boy mana ada ajengan kawin dua berarti lacur.....kalau mau lebih konsen ibadahnya jangan kawin sekalian...kalo mau nerkiprah lebih banyak (ibadah) di masyarakat monggo polygami...jangan mengharamkan yang dihalalkan....Allah..SWT (walau syaratnya berat) kalo dikasih kelonggaran karena Allah SWt sayang dengan ummat ini.....

etikush mengatakan...

http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html

Posting Komentar