Harap

Aku masih tetap di sini

Duduk termenung menganadaikan bintang-bintang harapan

Bersama waktu yang membeku

Bersama hari yang telah lama mati


Kutersadar diriku telah jauh terbawa kereta kematian

Di jalan-jalan curam berlorong penuh aroma keputusasaan

Namun kutetap berlalu tanpa mengusap luka yang telah menganga

Aku tersenyum dengan menengadahkan kepala menatap bintang harapan


Kudapati diriku lelap dalam ranjang air mata

Memimpikan pelangi yang selalu menjanjikan kebahagiaan

Ya, mimpi dan kebahagiaan yang selalu di olok-olok sang durjana malam

Tapi ku tetap bermimpi di atas kereta kematian dan ranjang air mata


Karena ku yakin hari itu ada…dan kuyakin ia kan datang

Hari di mana sang dewa mempersanding sang sewi…

Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 1 Tanggapan... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

Siap! Keren-keren.

Puisi mantap dengan hatiku. Aku merasakan spritnya. Maka aku bisa bilang begini: Justru harapan itulah yang membuatku tetap hidup.

Posting Komentar